- Megawati memperingati Hari Kartini pada 21 April 2026 dengan menekankan peran perempuan sebagai cahaya penerang bagi peradaban bangsa.
- Perempuan masa lalu berjuang membebaskan kaumnya dari penindasan politik, ekonomi, dan budaya guna menciptakan fondasi kuat bagi demokrasi Indonesia.
- Megawati mendorong perempuan aktif di berbagai sektor sebagai Ibu Pengetahuan.
Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan mendalam bagi kaum perempuan Indonesia dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026).
Ia menekankan bahwa perempuan memiliki tugas sejarah yang besar untuk menjadi cahaya penerang bagi peradaban bangsa.
Dalam refleksinya, Megawati menyoroti bahwa perjuangan perempuan Indonesia, khususnya sejak tahun 1933, memiliki visi yang jauh melampaui sekadar kesetaraan gender di permukaan.
"Mereka tidak sekadar berjuang bagi emansipasi melalui kesetaraan gender. Lebih jauh dari itu, mereka berjuang bagi pembebasan kaum perempuan dari penindasan politik, ekonomi, dan budaya," ujar Megawati, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, semangat perjuangan perempuan di masa lalu telah memberikan pondasi kuat bagi demokrasi di Indonesia.
Kesadaran kolektif antara perempuan dan laki-laki dalam melawan struktur yang tidak adil inilah yang kemudian melahirkan pengakuan konstitusional akan kesetaraan setiap warga negara.
"Kesatupaduan kaum perempuan dan kaum laki-laki sebagai satu kepakan sayap perjuangan itulah yang mendorong lahirnya Pasal 27 ayat (1) UUD 1945. Bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya," paparnya.
Lebih lanjut, putri proklamator Bung Karno ini mendorong perempuan Indonesia saat ini untuk aktif mengisi berbagai lini kehidupan, mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi.
Ia mengingatkan kembali mandat penting agar perempuan menjadi "Ibu Pengetahuan".
"Dengan cara ini, setiap menghadapi persoalan apa pun beratnya, kaum perempuan terus menjadi cahaya penerang bagi seluruh anak bangsa," tegasnya.
Ia juga mengajak kaum perempuan untuk kembali mendalami pemikiran Bung Karno melalui buku Sarinah.
Megawati meyakini, dengan memahami tugas sejarah dan semangat perjuangan, perempuan dapat menjadi aktor utama dalam membebaskan bangsa dari kemiskinan dan ketidakadilan.
"Selamat memperingati Hari Kartini. Terus majukan peradaban bangsa, tingkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, dan ajarkan semangat perjuangan agar Indonesia dapat membebaskan diri dari berbagai kemiskinan dan ketidakadilan," ungkapnya.
Megawati menutup pesannya dengan keyakinan bahwa kasih sayang dan kekuatan seorang ibu akan menjadi penjaga abadi bagi keutuhan bangsa Indonesia.
"Salam Pancasila! Merdeka!" pungkasnya.