Kejam! Suami di India Masukkan Benda ke Rahim Istri, Korban Kritis di Rumah Sakit

Irwan Febri | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 12:50 WIB
Kejam! Suami di India Masukkan Benda ke Rahim Istri, Korban Kritis di Rumah Sakit
Hukum Salat saat Sakit (Unsplash)
  • Seorang wanita asal India menjalani operasi darurat di Maharaja Yashwantrao Hospital akibat benda asing dalam tubuhnya.
  • Polisi Chandan Nagar menangkap pelaku bernama Prakash setelah terbukti memasukkan bagian plastik sepeda motor ke rahim istri.
  • Korban mengalami cedera organ serius dan harus menjalani perawatan intensif akibat kekerasan yang dilakukan suaminya tersebut.

Suara.com - Seorang perempuan dari komunitas suku di India yang berusia awal 30-an kini berjuang untuk bertahan hidup setelah menjalani operasi besar di Maharaja Yashwantrao Hospital.

Dilansir dari media India, Indiatv News, operasi tersebut dilakukan untuk mengangkat benda asing yang diduga dimasukkan ke dalam rahimnya oleh sang suami lebih dari setahun lalu.

Suaminya, Prakash alias Rama Bhil, telah ditangkap oleh kepolisian Chandan Nagar pada Senin (20/4/2026), setelah adanya laporan dari korban.

Tim dokter yang terdiri dari ahli kandungan, urologi, dan anestesi melakukan operasi selama lima jam untuk mengangkat rahim korban yang mengalami luka parah.

Prosedur tersebut dipimpin oleh dr. Sumit Shukla dan dr. Sonia Moses, setelah ditemukan adanya bagian plastik dari pegangan sepeda motor di dalam tubuh korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan hebat serta cedera pada kandung kemih, usus kecil, dan rahim. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dokter menyatakan kondisi pasien akan terus dipantau selama beberapa hari ke depan sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Pihak rumah sakit juga menyebutkan bahwa infeksi berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain jika operasi tidak segera dilakukan.

Menurut keterangan polisi, korban sempat memeriksakan diri pada Januari lalu setelah hasil rontgen menunjukkan adanya benda asing di dalam tubuhnya.

Namun, saat itu ia tidak melanjutkan pengobatan dan meninggalkan rumah sakit.

Ketika rasa sakit kembali tak tertahankan, korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya kepada seorang polisi wanita, yang kemudian membawanya ke rumah sakit sekaligus memproses penangkapan pelaku.

Korban sebelumnya juga sempat mencoba melapor ke polisi, namun tidak mendapatkan penanganan.

Polisi mengungkapkan bahwa pelaku melakukan tindakan tersebut dalam kondisi mabuk setelah terjadi pertengkaran terkait dugaan hubungan dengan perempuan lain.

Pasangan tersebut diketahui memiliki empat anak, termasuk tiga anak perempuan, yang kini harus bertahan tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari

Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari

News | Senin, 20 April 2026 | 13:54 WIB

Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital

Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital

News | Senin, 20 April 2026 | 13:09 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Lokasi Tes Kesehatan Manajer Kopdes Merah Putih 2026 yang Diakui, Salah Dikit Bisa Gugur

Lokasi Tes Kesehatan Manajer Kopdes Merah Putih 2026 yang Diakui, Salah Dikit Bisa Gugur

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 15:18 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

Diwarnai Kericuhan, Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate

Diwarnai Kericuhan, Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate

News | Senin, 13 April 2026 | 19:35 WIB

Terkini

Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan

Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:43 WIB

Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi

Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:29 WIB

Tunjuk Suhud Alynudin, Fraksi PKS Jelaskan Alasan Pergantian Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta

Tunjuk Suhud Alynudin, Fraksi PKS Jelaskan Alasan Pergantian Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:27 WIB

KPK: 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa

KPK: 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:24 WIB

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:20 WIB

UU PPRT Sah Setelah 22 Tahun, PKB: Jangan Sampai Jadi Macan Kertas!

UU PPRT Sah Setelah 22 Tahun, PKB: Jangan Sampai Jadi Macan Kertas!

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:19 WIB

Detik-detik Penangkapan Komplotan Curanmor di Cikupa: Senpi Rakitan dan Peluru Tajam Disita

Detik-detik Penangkapan Komplotan Curanmor di Cikupa: Senpi Rakitan dan Peluru Tajam Disita

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:18 WIB

KPK Bongkar Modus Fraud di Pasar Modal: dari Manipulasi Saham hingga Penyalahgunaan Dana Nasabah

KPK Bongkar Modus Fraud di Pasar Modal: dari Manipulasi Saham hingga Penyalahgunaan Dana Nasabah

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:15 WIB

AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud

AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:12 WIB

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:11 WIB