Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 22 April 2026 | 12:17 WIB
Mengapa Tawuran di Jakarta Tak Pernah Usai? Sosiolog: Mereka Butuh Didengarkan, Bukan Dikhotbahi
Ilustrasi tawuran di Jakarta terus berulang. (Suara.com)
baca 10 detik
  • Sosiolog UGM Andreas Budi Widyanta menyebut tawuran di Jakarta merupakan bentuk unjuk identitas kaum muda yang terpinggirkan secara sosial.
  • Kekerasan dijadikan komoditas digital oleh remaja kelas bawah untuk mendapatkan pengakuan eksistensi dan popularitas di media sosial saat ini.
  • Pemerintah disarankan menyediakan ruang dialog nyata bagi para remaja daripada hanya menerapkan pendekatan seremonial atau sekadar tindakan penghukuman.

Suara.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Andreas Budi Widyanta, memberikan kritik tajam terhadap fenomena tawuran di Jakarta yang hingga kini tak kunjung usai.

Andreas menilai, aksi kekerasan jalanan tersebut bukan sekadar perilaku menyimpang individu, melainkan bentuk unjuk identitas dari kaum muda yang selama ini disingkirkan struktur sosial.

"Jadi yang harus dibaca dari tawuran di Jakarta itu, kita perlu membaca bagaimana struktur dan ruang anak muda ini menampilkan dirinya dengan melakukan tawuran itu, sebagai bagian di dalam mereka mempertontonkan atau unjuk diri dengan identitas kekerasan yang mereka lakukan," ujarnya kepada Suara.com, Rabu (22/4/2026).

Akar persoalan terletak pada ketimpangan struktur sosial, serta semakin terbatasnya ruang publik di wilayah urban bagi masyarakat kelas bawah.

Andreas menyoroti bagaimana kaum muda dari kelas ekonomi rendah sering kali tidak memiliki "panggung" untuk meraih pengakuan melalui jalur formal seperti prestasi akademik atau ekonomi.

"Maka tawuran bisa menjadi representasi dari modal-modal simbolik untuk meraih pengakuan tentang harga diri dan juga tentang eksistensi kelompoknya," ucapnya.

Selain masalah ruang, Andreas juga menyebut para kaum muda pelaku tawuran sebenarnya adalah korban digitalisasi.

Fenomena digitalisasi membuat kekerasan menjadi komoditas untuk meraih popularitas di media sosial demi mendapatkan atensi publik.

"Ada sirkuit ekonomi di dalam popularitas digital, yang justru melanggengkan kekerasan sebagai komoditas untuk mereka mendapatkan rekognisi," kata dia.

baca juga

Andreas pun secara terbuka mengkritik solusi-solusi bersifat seremonial atau religius yang sempat dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, seperti mengadakan acara salawat di lokasi rawan tawuran.

"Nggak usah berkhotbah. Emang moral mereka lebih baik dari remaja-remaja ini?," sindirnya dengan nada keras.

Ia lebih menyarankan agar pendekatan punitif atau penghukuman diminimalisir, dan diganti dengan ruang dialog yang lebih nyata dan mampu mendengarkan keresahan para pelaku tawuran.

"Anak-anak ini butuh didengarkan, bukan dikhotbahi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:30 WIB

Tenggak Miras di Pinggir Jalan, Sekelompok Pemuda di Jaktim Diamankan saat Diduga Siap Tawuran

Tenggak Miras di Pinggir Jalan, Sekelompok Pemuda di Jaktim Diamankan saat Diduga Siap Tawuran

News | Minggu, 19 April 2026 | 12:34 WIB

Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!

Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:23 WIB

Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka

Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka

News | Senin, 16 Maret 2026 | 07:27 WIB

Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 4 Pemuda dan 12 Senjata Tajam Diamankan

Polisi Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur, 4 Pemuda dan 12 Senjata Tajam Diamankan

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 12:25 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×