Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 14:03 WIB
Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras
Kota Loni kini menyandang predikat wilayah dengan tingkat polusi udara paling mematikan di seluruh dunia.(CNN)
  • Loni resmi menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk dan beracun di dunia.

  • Konsentrasi polutan PM2.5 di Loni melampaui ambang batas aman WHO sebesar 22 kali.

  • Penduduk menderita gangguan pernapasan kronis akibat lemahnya penegakan regulasi emisi industri lokal.

Suara.com - Kota Loni kini menyandang predikat wilayah dengan tingkat polusi udara paling mematikan di seluruh dunia.

Lonjakan partikel PM2.5 di kota industri ini tercatat mencapai 22 kali lipat dari batas aman kesehatan.

DIkutip dari CNN, pertumbuhan sektor manufaktur yang tidak terkendali menjadi pemicu utama rusaknya ekosistem pernapasan bagi 700.000 penduduknya.

Ilustrasi polusi udara (Pexels.com/Natalie Dmay)
Ilustrasi polusi udara (Pexels.com/Natalie Dmay)

Kondisi ini menjadikan aktivitas bernapas sebagai sebuah tantangan fisik yang berat bagi masyarakat lokal setiap harinya.

IQAir menempatkan Loni di posisi teratas daftar kota paling beracun, melampaui tingkat polusi New Delhi.

Warga lokal merasakan langsung bagaimana udara yang mereka hirup telah berubah menjadi ancaman nyata.

"Lupakan batuk, bahkan bernapas pun sulit di sini," kata Manoj Kumar, 45, seorang pengemudi e-rickshaw, yang telah tinggal di Loni sepanjang hidupnya.

Penggunaan masker menjadi kewajiban mutlak bagi siapa pun yang ingin melintasi jalanan kota yang berdebu.

"Ini ada di sini 24 jam sehari," katanya. "Ke mana pun kamu pergi," ujar warga lainnya, Mohammad Mohmin Khan.

Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 terbukti memicu komplikasi jantung, paru-paru, hingga gangguan kognitif anak.

Ancaman Asma Dini pada Anak-Anak

Klinik kesehatan di Loni melaporkan lonjakan signifikan kasus gangguan pernapasan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Banyak pasien usia dini mulai menunjukkan gejala penyakit kronis akibat lingkungan yang sangat tidak sehat.

"Saya secara khusus melihat anak-anak datang pada usia yang sangat muda dengan gejala asma dini," kata Dr. Anil Singh.

"Saya dapat dengan jelas mengatakan paparan lingkungan adalah salah satu faktor utamanya," tambahnya terkait kondisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB

Rombongan Turis India Diduga Ambil Barang Hotel di Ubud, Aksi Terbongkar Saat Check-out

Rombongan Turis India Diduga Ambil Barang Hotel di Ubud, Aksi Terbongkar Saat Check-out

Entertainment | Rabu, 22 April 2026 | 09:10 WIB

Sinopsis Dacoit, Film India yang Dibintangi Adivi Sesh dan Mrunal Thakur

Sinopsis Dacoit, Film India yang Dibintangi Adivi Sesh dan Mrunal Thakur

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 14:10 WIB

Terkini

KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati, Tujuh Kades Ikut Diperiksa

KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati, Tujuh Kades Ikut Diperiksa

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:02 WIB

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:58 WIB

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:51 WIB

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:38 WIB

Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono

Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:37 WIB

Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta

Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:36 WIB

Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:33 WIB

Nadiem Makarim Sebut Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal: Ibam is One of Us

Nadiem Makarim Sebut Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal: Ibam is One of Us

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:29 WIB

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB

Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:21 WIB