- Jalan di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, dilaporkan amblas dan membahayakan pengguna jalan dekat area Taman Tabebuya.
- Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan kerusakan terjadi akibat aliran air deras yang menggerus bagian bawah aspal.
- Petugas telah memasang rambu peringatan serta sedang melakukan perbaikan jalan agar kembali aman untuk dilintasi masyarakat.
Suara.com - Kondisi aspal yang amblas di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan tajam masyarakat setelah videonya viral di media sosial.
Fenomena aspal amblas yang cukup dalam ini ditemukan di dekat Taman Tabebuya, sebuah titik yang kerap ramai dilewati oleh kendaraan.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @ijoeel, terlihat sebuah lubang menganga yang cukup lebar dan membahayakan di sisi jalan.
Dalam video itu, sang pemilik akun bahkan mencoba mendemonstrasikan kedalaman lubang dengan memasukkan kakinya ke dalam rongga di bawah aspal yang tampak keropos.
Saat kamera menyorot ke bagian dalam, terlihat jelas adanya rongga luas serta keberadaan pipa-pipa yang terekspos akibat tanah yang tergerus.
Sementara menurut warga sekitar, insiden amblasnya jalan di titik ini bukan merupakan kejadian yang pertama kali dialami.
Masyarakat mengeluhkan perbaikan sebelumnya yang hanya sekadar menambal aspal tanpa memperkokoh fondasi bawah tanah, sehingga kerusakan kembali berulang.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengonfirmasi bahwa petugas sudah terjun ke lapangan untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
"Terkait aduan lubang jalan di Jalan Moh. Kahfi I, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Satgas Bina Marga Kecamatan Jagakarsa telah melakukan pengecekan lokasi pada hari Selasa, 21 April 2026 pukul 13.56 WIB," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan hasil investigasi petugas di lokasi, Dinas Bina Marga DKI turut mengungkap penyebab utama amblasnya aspal.
"Amblasnya jalan terjadi akibat masuknya air melalui celah pada dinding saluran dimana di lokasi tersebut, aliran air cukup deras dan dimensi saluran relatif lebar," jelas Wenny.
Langkah awal yang diambil berupa pemasangan penanda berupa kerucut lalu lintas dan rambu peringatan demi keselamatan pengguna jalan.
Sedang per hari ini, perbaikan tengah dikebut agar akses mobilitas di sekitar Taman Tabebuya kembali normal dan aman untuk dilintasi.
"Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Jagakarsa sedang menindaklanjuti aduan dimaksud. Hingga saat ini, perbaikan jalan masih dalam proses penanganan," pungkas Wenny.