'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Sebuah kapal kontainer kandas di terusan Suez.[Instagram]
  • Blokade Selat Hormuz memicu krisis energi dunia yang lebih parah dibanding pandemi.

  • Perusahaan global beralih dari strategi efisiensi ke penumpukan stok barang demi keamanan.

  • Relokasi pabrik ke wilayah stabil menjadi solusi utama menghindari titik rawan konflik.

Kapal-kapal tanker terpaksa melakukan perjalanan jauh memutar melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan demi keamanan kargo.

Dampak nyata dari kelangkaan energi ini diprediksi baru akan muncul sepenuhnya dalam beberapa bulan ke depan saat stok menipis.

"Dampak dari kelangkaan ini masih merambat melalui rantai pasok multitier perusahaan ... dan akan memakan waktu berbulan-bulan bagi efek penuhnya untuk muncul dan bagi rantai pasok untuk stabil setelah Selat dibuka sepenuhnya," Janssen menunjukkan.

Survei terhadap 6.000 perusahaan menunjukkan mayoritas pelaku usaha khawatir terhadap keberlanjutan produksi mereka akibat lonjakan biaya komoditas.

Fenomena reshoring atau pemindahan pabrik ke wilayah yang lebih dekat dengan konsumen kini menjadi tren utama, terutama di Eropa.

"Salah satu cara untuk menghindari titik sumbat utama adalah dengan mendekatkan manufaktur ke tempat pelanggan berada," kata Anderson kepada DW.

Perubahan Permanen Pola Dagang

Strategi produksi "just-in-time" yang mengutamakan efisiensi kini mulai digantikan oleh pendekatan "just-in-case" yang mengandalkan cadangan stok.

Indeks Volatilitas Rantai Pasok Global mencatat bahwa penumpukan stok pengamanan saat ini mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Banyak perusahaan mulai menerapkan skema diversifikasi dengan menambah negara mitra baru di luar China untuk meminimalisir risiko.

Negara-negara seperti Indonesia, India, dan Vietnam menjadi target utama relokasi rantai pasok di tengah ketegangan geopolitik yang memanas.

Vulnerability saat ini bukan lagi soal ketergantungan semata, melainkan tentang ketangguhan sistem yang saling terhubung secara global.

Konflik di Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz terjadi di tengah upaya dunia pulih dari disrupsi logistik pasca-pandemi dan kebijakan tarif dagang.

Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang jika terganggu akan langsung memicu krisis biaya hidup secara global akibat kenaikan harga bahan bakar dan logistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB