Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 09:17 WIB
Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali
Batalyon Netzah Yehuda kembali bertugas di Tepi Barat setelah masa skorsing singkat akibat menyerang jurnalis. (CNN)
baca 10 detik
  • Militer Israel mengaktifkan kembali unit Netzah Yehuda setelah skorsing satu bulan akibat menyerang jurnalis.

  • Penyelidikan polisi militer terhadap pelaku pencekikan wartawan CNN di Tepi Barat masih belum transparan.

  • Polisi Israel juga menyelidiki kasus patah tulang pergelangan tangan produser CNN akibat kekerasan petugas.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan informasi mendetail mengenai temuan atau langkah hukuman konkret bagi pelaku.

Prajurit yang secara langsung menyerang fotojurnalis CNN diketahui belum menghadapi penangguhan tambahan atau sanksi disiplin yang jelas.

Situasi ini semakin memperumit citra penegakan hukum militer Israel di tengah pengawasan komunitas internasional terhadap keselamatan pers.

Ketidakjelasan hasil investigasi menimbulkan kekhawatiran akan berulangnya insiden serupa di masa depan tanpa ada konsekuensi jera.

Kasus ini menjadi preseden penting mengenai bagaimana militer menangani pelanggaran hak asasi manusia oleh personelnya sendiri.

Selain kasus di Tepi Barat, unit investigasi internal kepolisian Israel juga sedang mendalami insiden kekerasan lainnya yang berbeda.

Kasus ini melibatkan Abeer Salman, seorang produser senior CNN yang mengalami patah tulang pergelangan tangan akibat ulah petugas.

Insiden tersebut berlangsung pada 17 Maret saat Salman meliput ibadah Ramadan di luar Gerbang Singa, Kota Tua Yerusalem.

Petugas kepolisian melemparkan granat kejut ke arah jemaah Muslim yang dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa karena pembatasan masa perang.

baca juga

Dalam kekacauan tersebut, dua jurnalis sempat ditahan sementara peralatan kerja mereka dirusak oleh aparat keamanan di lokasi.

Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa kelompok jurnalis sebenarnya telah mematuhi semua instruksi polisi untuk mundur ke area tertentu.

Namun, seorang petugas berpakaian preman tiba-tiba menarik tangan Salman dan memelintirnya hingga mengakibatkan cedera tulang yang cukup parah.

Persatuan Jurnalis di Israel mengecam pernyataan awal kepolisian yang dianggap “secara faktual tidak benar” mengenai kronologi kejadian tersebut.

Pihak polisi mengklaim jurnalis menolak mematuhi arahan dan tidak menunjukkan identitas pers, yang kemudian memicu kecurigaan di lapangan.

Pernyataan polisi menyebutkan perilaku jurnalis menimbulkan kecurigaan dan kamera yang dibawa “tampak dimaksudkan untuk memprovokasi.”

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian Israel tetap enggan menjawab pertanyaan mendetail mengenai instruksi mana yang dilanggar jurnalis.

Mereka juga tidak menjelaskan mengapa kepemilikan kamera profesional dianggap sebagai sebuah tindakan provokasi yang mengancam keamanan.

Pihak berwenang hanya memberikan jawaban singkat mengenai keterbatasan informasi karena proses penyelidikan yang masih berjalan di internal.

Mengenai hal ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa “Kami dilarang menangani masalah ini saat ini,” merujuk pada investigasi tersebut.

Belum ada jadwal pasti kapan investigasi terhadap kekerasan fisik yang menimpa Abeer Salman ini akan dinyatakan selesai sepenuhnya.

Kekerasan terhadap jurnalis di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah lama menjadi sorotan organisasi hak asasi manusia internasional.

Batalyon Netzah Yehuda, yang terdiri dari kelompok ultra-Ortodoks, sering kali mendapat kecaman karena laporan perilaku agresif terhadap warga sipil Palestina dan pekerja media.

Insiden yang menimpa tim CNN ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut sejak konflik Gaza pecah pada Oktober 2023, di mana pembatasan akses liputan dan kekerasan fisik terhadap pers semakin intensif dilakukan oleh aparat keamanan Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:02 WIB

Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal

Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:53 WIB

Cek Fakta: Kakak Adik dari Indonesia Disebut Gabung Jadi Tentara Israel, Benarkah?

Cek Fakta: Kakak Adik dari Indonesia Disebut Gabung Jadi Tentara Israel, Benarkah?

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:38 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×