Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 11:29 WIB
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
Aksi penembakan beruntun oleh lansia 89 tahun di Athena melukai empat orang di kantor pemerintah.
  • Lansia 89 tahun melakukan penembakan beruntun di kantor jaminan sosial dan pengadilan Athena.

  • Empat orang terluka akibat tembakan shotgun yang dilakukan pelaku di dua lokasi berbeda.

  • Pelaku ditangkap di Patra setelah meninggalkan dokumen berisi alasan aksinya di lokasi kejadian.

Tim medis segera dikerahkan untuk mengevakuasi para korban yang mayoritas adalah staf perempuan di lingkungan pengadilan.

Tiga orang pegawai perempuan dilaporkan terkena pantulan peluru shotgun, sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena trauma.

Di lokasi pertama, seorang pegawai pria mengalami luka tembak di bagian kaki dan harus segera mendapatkan penanganan darurat.

Petugas kepolisian sempat memasang turniket pada kaki korban untuk menghentikan pendarahan hebat sebelum ambulans tiba di lokasi kejadian.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa aksi nekat pria lanjut usia ini didasari oleh kekecewaan atau pesan yang ingin disampaikan.

Pelaku sengaja meninggalkan beberapa amplop berisi dokumen di gedung pengadilan segera setelah melepaskan tembakan mautnya.

Siaran negara ERT menyebutkan bahwa dokumen di dalam amplop tersebut berisi alasan mendalam di balik tindakan kekerasan yang ia lakukan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami isi dokumen tersebut untuk memastikan apakah ada motif politik atau personal.

Senjata shotgun yang digunakan dalam aksi ini juga telah ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti utama persidangan.

Kasus kekerasan bersenjata merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi di Yunani karena regulasi kepemilikan senjata yang sangat ketat.

Warga sipil diwajibkan menjalani pemeriksaan latar belakang dan psikologis yang ketat sebelum diizinkan memiliki senjata api secara legal.

Peristiwa ini memicu perdebatan publik mengenai efektivitas pengawasan terhadap pemilik senjata api berusia lanjut di tengah tekanan sosial dan ekonomi.

Selain itu, keamanan di gedung-gedung pemerintahan kini menjadi sorotan tajam karena pelaku mampu membawa senjata api masuk hingga ke lantai atas tanpa terdeteksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:35 WIB

Penembak Gala Dinner Pejabat AS Didakwa Percobaan Pembunuhan Terhadap Donald Trump

Penembak Gala Dinner Pejabat AS Didakwa Percobaan Pembunuhan Terhadap Donald Trump

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:53 WIB

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:19 WIB

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:16 WIB

DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!

DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:11 WIB

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:07 WIB

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:06 WIB

Soal Usulan Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah, Anggota DPR: Jangan Sekadar Pindahkan Kerentanan

Soal Usulan Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah, Anggota DPR: Jangan Sekadar Pindahkan Kerentanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:52 WIB

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:36 WIB

Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:35 WIB

Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional

Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:29 WIB

Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:27 WIB