-
Iran mendeklarasikan kemenangan atas Amerika Serikat dan membuka era baru di Selat Hormuz.
-
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menegaskan pengambilalihan kontrol keamanan perairan Teluk dari pihak asing.
-
Pemerintah Iran membantah kabar kritisnya kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei akibat serangan rudal musuh.
Pejabat senior Iran, Azim Ebrahimpour, menjelaskan bahwa sang pemimpin hanya mengalami cedera ringan pada bagian kaki.
Insiden tersebut terjadi saat ledakan rudal menghantam kompleks kediaman pemimpin sebelumnya di tengah serangan gabungan AS-Israel.
Ebrahimpour menyatakan laporan mengenai cedera parah Mojtaba merupakan berita palsu yang ditujukan menciptakan perpecahan.
Klarifikasi ini bertujuan untuk mematahkan keraguan publik mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali otoritas tertinggi di Teheran.
Dengan munculnya pernyataan tertulis ini, Iran ingin menunjukkan bahwa struktur pemerintahan tetap berjalan solid dan terorganisir dengan baik.
Konflik bersenjata ini pecah pada 28 Februari lalu setelah serangan udara AS-Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Selama dua bulan terakhir, wilayah Teluk menjadi titik panas pertempuran yang melibatkan pengerahan militer besar-besaran dari pihak Amerika Serikat.
Spekulasi mengenai kondisi Mojtaba terus berkembang karena ia tidak pernah muncul secara visual, sementara Iran mengklaim serangan tersebut gagal mencapai tujuan strategisnya.