Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB
Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan
Ilustrasi anak-anak bermain bersama (Magnific)

Suara.com - Kebijakan iklim di Indonesia dinilai belum inklusif karena masih minim melibatkan anak-anak dan remaja dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini mengemuka dalam Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Jakarta Summit 2026 yang menyoroti pentingnya menghadirkan perspektif anak dalam merespons krisis iklim.

Riset kolaboratif antara PUSKAPA UI dan Indonesia Project-ANU menemukan bahwa selama ini perspektif anak-anak cenderung terabaikan dalam pembuatan kebijakan mitigasi. Mereka sering kali tidak memiliki ruang dalam forum pengambilan keputusan formal. Suara anak-anak dianggap kurang kredibel oleh orang dewasa.

“Jika ada forum di wilayahnya yang bertujuan membahas krisis iklim, misalnya dalam bentuk pertemuan RT, mereka tidak bisa terlibat membagikan perspektifnya,” kata Widi dari PUSKAPA Universitas Indonesia.

Kesenjangan kian diperparah dengan terbatasnya kemampuan anak untuk membahasakan situasi krisis yang mereka alami. Padahal, anak-anak memerlukan bantuan untuk membahasakan dampak iklim yang mereka rasakan agar dapat berkontribusi dalam solusi.

Inklusivitas Perlu Dipertimbangkan

Selain pengakuan suara, isu inklusivitas di bidang pendidikan juga menjadi sorotan yang tajam. Data dari Komisi Nasional Disabilitas menunjukkan bahwa tingkat partisipasi sekolah bagi penyandang disabilitas usia sekolah hanya mencapai 4 persen.

Ini berarti sebagian besar anak disabilitas di luar sekolah tidak terjangkau oleh kurikulum pendidikan iklim formal yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dante Rigmalia, menegaskan kondisi ini. “Dalam situasi tersebut, upaya mendorong pendidikan iklim yang inklusif, termasuk bagi anak dan remaja penyandang disabilitas yang tidak mengenyam sekolah formal, perlu dieksplorasi,” papar Dante.

Sebagai solusi, KIE Jakarta Summit merekomendasikan perlunya memperluas definisi dampak perubahan iklim yang tidak hanya terbatas pada perubahan-perubahan besar. Hal ini ditegaskan supaya dapat mencakup semua fenomena yang terjadi dan sering kali terlewat untuk diperhatikan.

Dengan ini, koordinasi lintas sektor dan penguatan perlindungan sosial sangat diperlukan. Melalui pemberian ruang bagi suara anak dan kelompok disabilitas, kebijakan iklim Indonesia diharapkan dapat menjadi lebih relevan dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

Nikita Willy Berbagi Perspektif Parenting Digital di Forum Belajaraya Jakarta

Nikita Willy Berbagi Perspektif Parenting Digital di Forum Belajaraya Jakarta

Entertainment | Senin, 04 Mei 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:33 WIB

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:03 WIB

Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam

Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:02 WIB