Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
Lalu Hadrian Irfani (Dok. DPR)
baca 10 detik
  • Siswa SMKN 4 Samarinda bernama Mandala meninggal dunia diduga akibat penggunaan sepatu kekecilan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan kesehatan dan kesejahteraan sosial siswa.
  • Pihak DPR RI mendorong sekolah menerapkan mekanisme deteksi dini serta memperkuat layanan UKS guna mencegah kejadian serupa.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, memberikan tanggapan mendalam atas tragedi memilukan yang menimpa Mandala, seorang siswa SMKN 4 Samarinda. 

Mandala dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami masalah kesehatan serius yang diduga dipicu oleh penggunaan sepatu yang sudah kekecilan.

Lalu menyatakan bahwa peristiwa ini bukan sekadar insiden kesehatan biasa, melainkan sebuah pengingat keras bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan.

"Bagi kami, peristiwa meninggalnya siswa SMK di Samarinda menjadi pengingat keras bahwa persoalan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan beririsan langsung dengan aspek kesehatan dan kondisi sosial-ekonomi keluarga," ujar Lalu kepada wartawan Suara.com, Selasa (5/5/2026). 

Terkait dugaan medis bahwa sepatu yang sempit memicu pembengkakan hingga berujung fatal, Lalu mendesak agar dilakukan penelusuran medis secara menyeluruh. 

Namun, ia lebih menyoroti akar masalah yang lebih dalam, yakni keterbatasan ekonomi yang menghimpit akses siswa terhadap kebutuhan dasar dan layanan kesehatan.

"Kasus ini menegaskan adanya kerentanan yang lebih dalam, yaitu keterbatasan ekonomi yang membuat kebutuhan dasar siswa tidak terpenuhi secara layak, serta kemungkinan keterlambatan akses layanan kesehatan yang seharusnya bisa mencegah kondisi memburuk," tegasnya.

Politisi Partai PKB ini memandang wafatnya Mandala sebagai "alarm penting" bagi sistem pendidikan nasional. Menurutnya, sekolah tidak boleh lagi hanya fokus pada kurikulum dan kegiatan belajar mengajar secara akademik saja. 

Ia mendorong agar sekolah memiliki mekanisme deteksi dini untuk memantau kondisi fisik, mental, maupun sosial para siswanya. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi siswa yang terpaksa bersekolah dengan peralatan yang tidak layak karena kendala biaya.

baca juga

"Sekolah tidak cukup hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga harus memiliki mekanisme deteksi dini terhadap kondisi kesehatan dan sosial siswa, termasuk memastikan tidak ada peserta didik yang mengalami keterbatasan perlengkapan dasar," katanya. 

Lebih lanjut, Komisi X DPR RI meminta adanya langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah. Lalu menekankan pentingnya penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan integrasi program perlindungan sosial bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

"Negara, melalui sinergi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, harus terus memperkuat intervensi, seperti bantuan perlengkapan sekolah, layanan kesehatan berbasis sekolah (UKS), serta integrasi dengan program perlindungan sosial," imbuhnya.

Lalu menegaskan komitmen Komisi X DPR RI dalam mengawal kebijakan pendidikan yang lebih manusiawi. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

"Kami Komisi X selalu mendorong terhadap penguatan kebijakan yang memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan manusiawi, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang," pungkasnya.

Sebelumnya, kisah pilu seorang siswa SMKN 4 Samarinda bernama Mandala yang meninggal dunia setelah diduga mengalami masalah kesehatan akibat sepatu kekecilan menuai simpati luas dari warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pilu Mandala, Siswa SMK Samarinda yang Meninggal Diduga Akibat Sepatu Kekecilan

Kisah Pilu Mandala, Siswa SMK Samarinda yang Meninggal Diduga Akibat Sepatu Kekecilan

Entertainment | Senin, 04 Mei 2026 | 15:18 WIB

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS

Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Jelang MotoGP 2026, InJourney dan Pemda NTB Siapkan Pengalaman Wisata Kelas Dunia

Jelang MotoGP 2026, InJourney dan Pemda NTB Siapkan Pengalaman Wisata Kelas Dunia

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:11 WIB

Mendagri Beri Penghargaan untuk Empat Kategori Pelayanan Daerah Regional Maluku dan Nusa Tenggara

Mendagri Beri Penghargaan untuk Empat Kategori Pelayanan Daerah Regional Maluku dan Nusa Tenggara

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:11 WIB

Takut Diburu Polisi Usai Hajar Pak Ogah hingga Luka Parah, Satu Pelaku Menyerah Diantar Kakak

Takut Diburu Polisi Usai Hajar Pak Ogah hingga Luka Parah, Satu Pelaku Menyerah Diantar Kakak

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 10:10 WIB

6 Zodiak yang Perlu Ekstra Sabar saat Berteman Dekat dengan Gemini

6 Zodiak yang Perlu Ekstra Sabar saat Berteman Dekat dengan Gemini

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:10 WIB

Krisis Air Bersih Meluas, 27.180 Warga Karawang Terdampak Kekeringan

Krisis Air Bersih Meluas, 27.180 Warga Karawang Terdampak Kekeringan

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 10:02 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz Jika Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Lengser

Iran Mau Buka Selat Hormuz Jika Donald Trump dan Benjamin Netanyahu Lengser

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:01 WIB

Masih Ada yang Belum Dapat Bantuan, Penyaluran Jadup Korban Bencana di Tapanuli Tengah Dipercepat

Masih Ada yang Belum Dapat Bantuan, Penyaluran Jadup Korban Bencana di Tapanuli Tengah Dipercepat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:01 WIB

Review Film Resident Evil: Sebuah Adaptasi Terbaik dari Waralaba Gim Horor

Review Film Resident Evil: Sebuah Adaptasi Terbaik dari Waralaba Gim Horor

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 10:00 WIB

Menikmati Film dari Becak Listrik di Becak Drive-in Cinema

Menikmati Film dari Becak Listrik di Becak Drive-in Cinema

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 10:00 WIB

Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades

Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 09:57 WIB

×