WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

Arif Budi | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
Hantavirus tidak dianggap WHO pandemi yang baru untuk saat ini. [Suara.com/Emma]
  • WHO mengonfirmasi wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius tidak akan berkembang menjadi ancaman pandemi global baru.
  • Lima orang terinfeksi dan tiga penumpang meninggal dunia akibat Hantavirus selama pelayaran dari Argentina menuju Spanyol.
  • WHO menyatakan risiko penularan antarmanusia masih terkendali dan terus melakukan pelacakan kontak terhadap seluruh penumpang kapal.

Suara.com - World Health Organization (WHO) memastikan wabah hantavirus yang muncul di kapal pesiar bukanlah sinyal awal pandemi baru.

Pernyataan ini muncul setelah sejumlah kasus terdeteksi di kapal ekspedisi yang membawa penumpang lintas negara.

Ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove menegaskan bahwa karakter penyebaran virus ini berbeda dengan pandemi sebelumnya.

"Ini bukan Covid, ini bukan influenza, penyebarannya sangat, sangat berbeda," ucap Van Kerkhove dalam konferensi pers dikutip dari laporab BBC. 

Menurutnya Hantavirus umumnya menular melalui kontak dekat bahkan sampai taraf intim, berbeda dengan virus yang mudah menyebar lewat udara secara luas.

Kasus ini terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions.

Kapal tersebut memulai perjalanan dari Ushuaia, Argentina, pada awal April dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Mei.

Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)
Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)

Dari delapan kasus yang dicurigai, lima di antaranya telah dikonfirmasi sebagai Hantavirus.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang perempuan asal Belanda berusia 69 tahun. Dua korban lainnya, termasuk satu warga Jerman, masih dalam proses penyelidikan.

Yang menjadi perhatian, WHO menyebut adanya indikasi penularan antarmanusia dalam kasus ini, sesuatu yang jarang terjadi pada hantavirus yang biasanya berasal dari tikus.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai situasi ini masih terkendali.

Ia menyatakan bahwa WHO menilai risiko penyebaran penyakit itu masih terkendali dan kecil kemungkinannya berkembang menjadi ancaman besar atau pandemi saat ini.

"Dua orang pertama yang terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut telah melakukan perjalanan melalui Argentina, Chili, dan Uruguay dalam pengamatan burung yang mencakup kunjungan ke lokasi di mana spesies tikus yang membawa virus itu berada," ujarnya.

Meski begitu, pelacakan kontak terus dilakukan terhadap puluhan penumpang yang telah turun dari kapal di berbagai lokasi, termasuk St Helena.

Mengingat masa inkubasi virus bisa mencapai enam minggu, potensi munculnya kasus tambahan tetap diwaspadai.

WHO juga merekomendasikan penggunaan masker di dalam kapal serta perlindungan ekstra bagi mereka yang melakukan kontak langsung dengan pasien.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kawasan ASEAN dan dunia bahwa ancaman penyakit menular tetap ada, terutama di era mobilitas global tinggi. Namun, otoritas kesehatan menegaskan bahwa situasi ini belum mengarah pada krisis kesehatan global seperti pandemi sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Orang Meninggal Dunia, Kasus Pertama Hantavirus Ditemukan di Israel

3 Orang Meninggal Dunia, Kasus Pertama Hantavirus Ditemukan di Israel

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hantavirus Masuk Singapura? Dua Penumpang Kapal MV Hondius Diisolasi

Hantavirus Masuk Singapura? Dua Penumpang Kapal MV Hondius Diisolasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:11 WIB

Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang

Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:58 WIB

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB