- Majelis Etik Ombudsman RI sedang menyelidiki dugaan korupsi yang menjerat Ketua nonaktif Ombudsman, Hery Susanto, sejak Mei 2026.
- Pihak majelis akan memeriksa keterangan berbagai pihak terkait untuk menentukan sanksi, termasuk kemungkinan pemberhentian tidak dengan hormat.
- Proses pemeriksaan kasus ini ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari demi memulihkan kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga.
Majelis Etik Ombudsman RI menargetkan proses pemeriksaan dapat selesai dalam waktu 30 hari.
![Penyidik Kejaksaan Agung mengawal Ketua Ombudsman RI 2026 - 2031 Hery Susanto (kedua kanan) seusai menjalani pemeriksaan dan penetapan tersangka di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (16/4/2026). NTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/27421-kejagung-tahan-hery-susanto.jpg)
Selama proses berjalan, majelis akan mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan yang dianggap relevan untuk memastikan keputusan yang diambil memiliki dasar kuat.
“Kami juga akan mendengar berbagai pihak yang ada kaitan seperlunya sampai akhirnya nanti keputusan mudah-mudahan dalam 30 hari selesai, sesuai dengan target yang diberikan,” kata Jimly.
Upaya Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Ombudsman RI
Jimly berharap pembentukan majelis etik ini dapat menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Ombudsman Republik Indonesia.
Menurutnya, kredibilitas lembaga negara harus tetap dijaga, terutama di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi lembaga tersebut.
Adapun susunan Majelis Etik Ombudsman RI terdiri dari tiga tokoh eksternal yakni Bagir Manan, Jimly Asshiddiqie, dan Siti Zuhro. Sementara dua anggota internal berasal dari Ombudsman RI, yaitu Maneger Nasution dan Partono Samino.