Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Hantavirus (Forces)
baca 10 detik
  • Hantavirus memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dan sulit dibandingkan virus Covid-19.

  • Pasien dari kapal MV Hondius telah diisolasi secara ketat di Leiden University Medical Centre.

  • Tim medis Belanda memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani potensi penyebaran virus tersebut.

Suara.com - Ancaman penyebaran Hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius dipastikan memiliki risiko penularan jauh lebih rendah dibandingkan pandemi Covid-19.

Leiden University Medical Centre kini menjadi pusat penanganan utama bagi pasien yang terinfeksi virus dari kapal tersebut.

Dikutip dari France24, Karin Ellen Veldkamp selaku kepala divisi penyakit menular menyatakan kesiapan fasilitasnya untuk mengantisipasi adanya tambahan pasien baru.

Pemerintah Argentina mulai menyelidiki kemungkinan negaranya menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang menyerang sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. [Istimewa]
Pemerintah Argentina mulai menyelidiki kemungkinan negaranya menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang menyerang sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. [Istimewa]

Otoritas medis menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan mengenai potensi ledakan kasus global.

Mekanisme infeksi virus ini sangat bergantung pada kondisi spesifik dan bukan merupakan ancaman respirasi yang masif.

Saat ditanya mengenai kekhawatiran Hantavirus bisa menjadi Covid-19 baru, Veldkamp berkata: "Tidak, tidak seperti itu. Penyakit ini tidak mudah menular dari orang ke orang."

Ilustrasi Hantavirus. (Gemini AI)
Ilustrasi Hantavirus. (Gemini AI)

Meskipun terdapat indikasi transmisi terbatas di atas kapal, intensitas penyebarannya tetap dianggap tidak mengkhawatirkan bagi publik luas.

Veldkamp menambahkan: "Kami tahu (penularan dari orang ke orang) mungkin saja terjadi dan kami curiga hal itu telah terjadi di kapal... tetapi ini tidak seperti Covid, (penularan) jauh lebih sulit."

Identitas dan detail kondisi klinis pasien yang masuk sejak Rabu malam tetap dijaga kerahasiaannya oleh pihak rumah sakit.

baca juga

Fasilitas medis di Belanda telah dilengkapi dengan standar keamanan tinggi untuk menangani patogen serupa secara rutin.

Veldkamp menegaskan: "Prinsip kami adalah kami memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami tidak menolak untuk masuk (ke ruang isolasi). Kami hanya terlatih dengan baik untuk melakukan hal itu dengan cara yang aman."

Pasien akan tetap berada di ruang isolasi ketat selama tanda-tanda klinis penyakit masih terlihat jelas.

Proses pembebasan isolasi hanya akan dilakukan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan status negatif pada tubuh pasien.

Dokter meyakini bahwa tingkat penularan akan hilang sepenuhnya seiring dengan pulihnya kondisi fisik penderita.

Veldkamp berujar: "Kami tidak tahu persis berapa lama seseorang dapat membawa virus tersebut. Namun kami berasumsi bahwa setelah seseorang merasa lebih baik, mereka tidak lagi menular."

Unit khusus di Leiden sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi berbagai kasus penyakit menular berbahaya dari luar negeri.

Sejumlah tempat tidur tambahan telah disiagakan sebagai langkah mitigasi jika terjadi lonjakan kru atau penumpang yang bergejala.

Veldkamp menyatakan: "Dan ada beberapa rumah sakit di Belanda yang bisa melakukan hal ini, sehingga kita bisa membagi sedikit bebannya."

Koordinasi antar-rumah sakit di Belanda memastikan tidak akan terjadi penumpukan pasien di satu fasilitas kesehatan saja.

Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas pelayanan medis tetap optimal bagi setiap warga dan pendatang.

Kabar mengenai Hantavirus mencuat setelah ditemukan kasus infeksi pada awak atau penumpang di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar.

Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan tikus, namun dalam kasus langka, transmisi antarmanusia dapat terjadi dalam lingkungan tertutup.

Pemerintah Belanda segera mengambil tindakan evakuasi medis untuk mencegah penyebaran di daratan Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Terkini

Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi

Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi

Bekaci | Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB

Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah

Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB

Kenapa Sepatu Lari On Cloud Punya Sol Berongga? Alasannya Bukan Sekadar Estetika

Kenapa Sepatu Lari On Cloud Punya Sol Berongga? Alasannya Bukan Sekadar Estetika

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:41 WIB

Airlangga Dorong Simpanan Koperasi Dijamin LPS, UU Bakal Diamendemen

Airlangga Dorong Simpanan Koperasi Dijamin LPS, UU Bakal Diamendemen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:38 WIB

Mahasiswi Keperawatan Tewas Misterius di Belakang Kamar Mandi, Badan Bonyok-bonyok

Mahasiswi Keperawatan Tewas Misterius di Belakang Kamar Mandi, Badan Bonyok-bonyok

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:38 WIB

4 Resep Menu Sarapan Praktis, Mudah Dibuat Gak Pake Lama

4 Resep Menu Sarapan Praktis, Mudah Dibuat Gak Pake Lama

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:35 WIB

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:34 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

×