Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB
Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk
Eks politikus PSI Ade Armando. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Aliansi Ormas Islam melaporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri pada Senin, 4 Mei 2026.
  • Pelaporan dilakukan karena para terlapor diduga menyebarkan potongan video ceramah Jusuf Kalla yang dianggap menghasut melalui media elektronik.
  • Aliansi menegaskan ceramah JK membahas sejarah konflik Poso dan Ambon, bukan penistaan agama sebagaimana narasi yang beredar luas.

Suara.com - Kegaduhan akibat potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang diunggah oleh Ade Armando hingga sejumlah pegiat media sosial kini berbuntut panjang.

Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama menilai aksi pengunggahan potongan video tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana.

Juru Bicara Aliansi, Syaefullah Hamid, secara blak-blakan menuding bahwa unggahan dari Ade Armando, Permadi Arya (Abu Janda), dan Grace Natalie mengarah pada penghasutan melalui media elektronik.

Menurutnya, tindakan tersebut menabrak UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Potongan video yang kemudian dibingkai oleh mereka, seolah-olah Pak JK melakukan penafsiran terhadap agama Kristen yang di ujungnya menista agama Kristen itu sama sekali jauh dari fakta," tegas Syaefullah dalam podcast di Forum Keadilan TV, dikutip Senin (11/5/2026).

Syaefullah mengklarifikasi bahwa video utuh ceramah JK sebenarnya sedang membahas konteks sejarah, bukan teologi.

JK saat itu kata dia, tengah menceritakan memori kolektif dan keyakinan dua belah pihak yang terlibat konflik di Poso dan Ambon pada periode 1998-2001.

"Jadi beliau tidak sedang bicara ajaran agama Kristen," tegas Syaefullah meluruskan persepsi yang berkembang di media sosial.

Ia menduga ada kesengajaan dari respons yang diberikan, terutama oleh Ade Armando, terhadap potongan video tersebut.

baca juga

Syaefullah menilai produksi konten tanpa menyertakan versi lengkap adalah tindakan yang tidak layak dan menyesatkan.

Sebagai Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah melihat ada motif terselubung di balik viralnya potongan video tersebut.

Ia menyimpulkan adanya mens rea atau niat jahat untuk memicu kemarahan umat Kristiani terhadap Jusuf Kalla.

"Karena seolah-olah Pak JK telah menistakan agama Kristen," ujarnya.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan penjelasan mendalam terkait materi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung pada pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan penjelasan mendalam terkait materi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung pada pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. (Suara.com/Bagaskara)

Persoalan ini secara resmi telah dibawa ke ranah hukum. Sebanyak 40 organisasi massa (ormas) Islam yang tergabung dalam aliansi telah melaporkan ketiga tokoh tersebut ke Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026).

Pasal yang disangkakan tidak main-main, yakni Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU ITE, serta Pasal 243 dan 247 KUHP.
Desak Polri Segera Bertindak

Dalam kesempatan tersebut, Syaefullah mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat. Ia meminta polisi tidak "memainkan psikologis masyarakat" mengingat isu ini sangat sensitif dan berkaitan dengan kerukunan umat beragama.

Berdasarkan analisis hukum pihak aliansi, Jusuf Kalla berada di posisi yang benar. Pemotongan video tersebut dianggap murni dilakukan untuk kepentingan pribadi para terlapor.

"Ormas Islam bergerak karena kami bagian dari masyarakat dan merasakan denyut nadi yang dirasakan oleh masyarakat," pungkas Syaefullah.

Reporter : Cornelius Juan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:47 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Berapa Kekayaan Grace Natalie? Kini Dipolisikan oleh 40 Ormas Islam

Berapa Kekayaan Grace Natalie? Kini Dipolisikan oleh 40 Ormas Islam

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

Grace Natalie Anak Siapa? Kini Dilaporkan ke Polisi oleh 40 Ormas Islam

Grace Natalie Anak Siapa? Kini Dilaporkan ke Polisi oleh 40 Ormas Islam

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:07 WIB

Terkini

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan

Bekaci | Minggu, 08 November 2026 | 12:26 WIB

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

×