- Habiburokhman membela siswi SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra, yang mengalami ketidakadilan penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat MPR RI.
- Kejanggalan terjadi saat juri memberikan poin berbeda kepada dua kelompok peserta meski memberikan jawaban yang serupa.
- Habiburokhman menuntut penghentian sementara lomba serta pergantian dewan juri demi menjaga kredibilitas dan integritas kompetisi tersebut.
Menurutnya, insiden ini justru mencederai semangat edukasi yang ingin dibangun oleh MPR RI kepada generasi muda.
Habiburokhman mengatakan, kesalahan juri dalam lomba cerdas cermat tersebut tidak bisa dipandang sepele. Dia meminta rangkaian lomba dihentikan sementara dan juri diganti demi menjaga kredibilitas institusi.
"Jangan sampai, tujuannya adalah edukasi, tapi justru kontraproduktif. Kami mengusulkan agar juri acara itu diganti. Acaranya disetop sementara sampai ada perbaikan serius," kata dia lagi.