Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:44 WIB
Nilai Rezim Prabowo-Gibran Mundur, PSAD UII Sebut Amanat Reformasi 1998 Telah Dikhianati
Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia usai menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri, Jumat, 27 Februari 2026. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • PSAD UII mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran pada 21 Mei 2026 karena dianggap melenceng dari enam agenda reformasi 1998.
  • Pemerintah dinilai gagal memperbaiki sektor politik, HAM, dan hukum, serta menunjukkan indikasi kemunduran menuju pola otoritarian.
  • Kinerja ekonomi yang buruk ditandai pelemahan nilai tukar rupiah, memicu kekhawatiran krisis nasional dan ketidakstabilan sosial-politik.

Suara.com - Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII) mengeluarkan kritik tajam tepat pada peringatan 28 tahun reformasi, 21 Mei 2026.

Kritik itu menyoroti kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kian melenceng dari enam agenda reformasi 1998 silam.

Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII) Masduki menuturkan kondisi politik, hukum, hak asasi manusia (HAM), hingga sektor ekonomi saat ini dinilai tidak menunjukkan perbaikan.

Sebaliknya, negara dianggap tengah mengalami kemunduran serius dan kembali ke pola kepemimpinan masa lalu.

"Memasuki usia reformasi ke-28 tahun, perkembangan situasi politik, ekonomi, HAM, dan hukum di Indonesia menunjukkan indikasi regresi, stagnasi, bahkan menjauh dari enam agenda reformasi," kata Masduki dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Ia mengaku khawatir terhadap situasi demokrasi di tanah air yang kini dirasa semakin menjauh dari cita-cita awal perjuangan rakyat.

"Kami melihat bahwa peristiwa reformasi 1998 dan amanat yang muncul dalam momentum politik ini telah menjadi mitos," ujarnya.

Selain persoalan mundurnya iklim demokrasi, sorotan tajam turut diarahkan pada jebloknya performa ekonomi nasional.

Pemerintah dianggap tidak memiliki langkah yang konkret dan terukur untuk mengatasi kemerosotan nilai tukar mata uang yang kian mengkhawatirkan.

baca juga

Dampak dari lemahnya tata kelola ekonomi ini disebut mulai memicu kecemasan baru terkait kestabilan kondisi sosial dan politik di tingkat nasional.

"Terkini, penurunan nilai tukar rupiah hingga mencapai angka yang tak pernah terjadi sebelumnya (hampir menembus Rp18 ribu per dollar AS) menunjukkan kinerja buruk sektor ekonomi, berpotensi memicu krisis ekonomi dan stabilitas politik nasional," tegasnya.

Lebih luas, PSAD UII menyoroti kembali menguatnya pengaruh militer dalam ranah sipil melalui sejumlah regulasi dan keterlibatan institusi pertahanan dalam program kemasyarakatan.

Langkah ini dinilai kontraproduktif dengan semangat menghapus peran politik-birokrasi militer yang diperjuangkan pada tahun 1998 silam.

Tidak hanya itu, pemusatan kekuasaan di tingkat eksekutif dan intervensi terhadap kebebasan berekspresi lewat penangkapan aktivis turut memperpanjang daftar kemunduran ini.

"Kami melihat rezim Prabowo Subianto telah terindikasi kuat membawa Indonesia kembali ke era Orde baru yang berpola populis-otoritarian," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:40 WIB

Pidato di DPR RI, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Tak Bermimpi Hidup Kaya

Pidato di DPR RI, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Tak Bermimpi Hidup Kaya

Video | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:01 WIB

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18 WIB

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:26 WIB

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:10 WIB

Terkini

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Drama Korea 'New Recruit 4'

Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Drama Korea 'New Recruit 4'

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

BRI Perbarui Qlola, Hadirkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi untuk Bisnis

BRI Perbarui Qlola, Hadirkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi untuk Bisnis

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Diterjang Ombak 3 Meter, Satu Nelayan Pesisir Barat Hilang Ditelan Samudera

Diterjang Ombak 3 Meter, Satu Nelayan Pesisir Barat Hilang Ditelan Samudera

Lampung | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Masih Tinggi Jadi Rp2.725.000/Gram

Simpan Dulu Uangnya, Harga Emas Antam Masih Tinggi Jadi Rp2.725.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis

Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam

Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:31 WIB

×