- Andreas Hugo Pareira dan Ahmad Sahroni mendukung instruksi tembak di tempat bagi begal untuk melindungi keselamatan masyarakat luas.
- Instruksi tembak di tempat dipastikan bukan untuk membunuh, melainkan tindakan taktis kepolisian melumpuhkan pelaku sesuai prosedur tetap.
- Kebijakan tegas tersebut direspons sebagai kewajiban konstitusional aparat untuk menjamin keamanan dari ancaman kejahatan kekerasan yang meresahkan warga.
"Ini menjadi concern ya, karena hal ini bukan di wilayah tertentu saja. Saya sudah menyampaikan itu ditindak untuk ditembak di tempat. Polda Metro saat ini juga sudah membuat tim khusus untuk begal tersebut," ujar Sahroni di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menyadari adanya pro dan kontra terkait tindakan keras yang diambil aparat kepolisian.
Namun, ia menilai langkah tegas sangat diperlukan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat luas.
"Ada pihak-pihak yang melakukan perlawanan seolah-olah ini (tindakan tegas) tidak baik. Tapi bagi saya, ini baik sekali karena untuk memberikan rasa aman dan nyaman warga di mana pun berada," tegasnya.