Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 09:28 WIB
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
Aksi bom bunuh diri kereta Pakistan (BBC)
  • Bom bunuh diri kelompok separatis BLA menghantam kereta militer di Quetta, Pakistan barat.

  • Insiden tragis menjelang Idulfitri tersebut mengakibatkan 20 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka.

  • Konflik berakar dari tuduhan eksploitasi mineral sepihak oleh pemerintah federal di tanah Balochistan.

Suara.com - Aksi bom bunuh diri yang menargetkan kereta pengangkut personel militer di Quetta kembali menyingkap rapuhnya keamanan di jalur logistik strategis Pakistan. Insiden berdarah di ibu kota Balochistan ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 70 warga lainnya.

Ledakan hebat memicu kehancuran fatal saat rangkaian gerbong melintasi Stasiun Chaman Phatak pada Minggu pagi. Tiga gerbong beserta lokomotif dilaporkan keluar dari rel, sementara dua gerbong lainnya terbalik sepenuhnya.

Kereta komuter tersebut sedang membawa para prajurit beserta keluarga mereka yang hendak pulang ke kampung halaman demi merayakan Idulfitri. Otoritas setempat mengonfirmasi kelompok separatis Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) berada di balik serangan mematikan ini.

Ilustrasi bom mobil. (Shutterstock)
Ilustrasi bom mobil. (Shutterstock)

Pihak BLA sendiri telah merilis pernyataan resmi yang mengklaim bertanggung jawab atas sabotase jalur transportasi massal tersebut. Rekaman visual dari lokasi kejadian memperlihatkan pemandangan mengerikan berupa puing-puing gerbong yang hangus terbakar.

Ledakan hebat ini juga menghancurkan kendaraan yang terparkir di sekitar stasiun serta merusak struktur bangunan terdekat. Warga lokal dikejutkan oleh getaran hebat yang seketika memecahkan seluruh kaca jendela rumah mereka.

Seorang penduduk setempat menceritakan kepanikan luar biasa yang terjadi ketika fajar baru saja menyingsing. Saat itu, sebagian besar masyarakat sekitar rel stasiun masih terlelap tidur.

"Kereta sedang bergerak dan ada penumpang di dalamnya ketika ledakan itu terjadi," kata Naseer Ahmed, seorang warga lokal kepada BBC.

Sejumlah saksi mata di area kejadian menyebutkan bahwa sebuah kendaraan sarat bahan peledak sengaja ditabrakkan ke badan kereta. Metode ofensif ini sengaja dipilih untuk memaksimalkan dampak kerusakan dan korban jiwa.

Aparat kepolisian bersama birokrasi sipil Balochistan mengkhawatirkan angka kematian akan terus meroket tajam dalam beberapa waktu ke depan. Di antara daftar korban yang tewas, tiga di antaranya telah teridentifikasi sebagai prajurit aktif.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, melayangkan kecaman paling keras terhadap aksi teror yang dianggap mencederai nilai kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur selangkah pun dalam melawan radikalisme.

Pemerintah pusat berjanji akan mengusut tuntas aktor intelektual di balik sabotase berdarah menjelang hari raya keagamaan ini. Seluruh instansi terkait diminta bergerak cepat memulihkan kondisi psikologis para korban.

"tindakan terorisme yang pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan," tegas PM Shehbaz Sharif.

Situasi darurat langsung diberlakukan pada seluruh rumah sakit di Quetta guna mempercepat penanganan medis para korban luka. Tim dokter dikerahkan secara masif demi menyelamatkan pasien yang berada dalam kondisi kritis.

"Seluruh bangsa berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Balochistan di masa duka ini," tambah sang Perdana Menteri.

Sebelum insiden terjadi, para penumpang bertolak dari kamp militer terdekat menuju stasiun utama di Quetta. Rencana awal, mereka akan melanjutkan perjalanan panjang ke Peshawar sebelum menyebar ke desa halaman masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:24 WIB

Kacau Balau di Jam Sibuk! Jalur Senen Tersumbat KA Anjlok, KRL Cikarang Kena Imbas

Kacau Balau di Jam Sibuk! Jalur Senen Tersumbat KA Anjlok, KRL Cikarang Kena Imbas

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:22 WIB

Terkini

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:25 WIB

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:36 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:26 WIB

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:10 WIB

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

News | Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB