- Krisis biaya hidup di Nigeria menyebabkan banyak keluarga membatalkan tradisi Idul Adha di berbagai wilayah tahun ini.
- Lonjakan harga pangan dan ongkos transportasi yang drastis memaksa masyarakat Abuja merayakan hari raya secara sederhana.
- Pedagang ternak dan bahan pokok di pasar lokal mengalami penurunan penjualan akibat kenaikan harga distribusi barang.
Suara.com - Krisis biaya hidup yang terus memburuk di Nigeria mulai mengubah tradisi perayaan Idul Adha 2026 di berbagai daerah.
Kenaikan harga pangan, transportasi, hingga hewan kurban membuat banyak keluarga terpaksa mengurangi pengeluaran dan membatalkan tradisi tahunan mereka.
Di Abuja, ibu kota Nigeria, suasana menjelang Idul Adha tahun ini terasa jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Banyak warga memilih bertahan di kota dan merayakan hari raya secara sederhana karena kondisi ekonomi yang semakin berat.
Seorang guru mengaji di Sekolah Islam Nurul Bayan, Yunus Akanji, mengaku tahun ini tidak bisa pulang kampung bersama keluarganya ke Oyo State seperti biasanya.
“Saya sudah memutuskan akan merayakan dengan apa yang kami punya,” ujar Akanji kepada Al Jazeera.
Selama bertahun-tahun, Akanji rutin berkumpul dengan keluarga besar saat Idul Adha atau membeli kambing untuk merayakan bersama murid-muridnya.
![Prabowo Subianto salurkan 109 ekor hewan kurban secara langsung kepada warga di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (26/5/2026). [Andi Ahmad S/SuaraBogor].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/26/40993-hewan-kurban.jpg)
Namun kali ini, kedua hal tersebut tidak dapat dilakukan karena keterbatasan biaya.
Tekanan ekonomi juga dirasakan lembaga pendidikan tempatnya mengajar.
Banyak wali murid disebut belum mampu membayar biaya sekolah yang selama ini membantu operasional madrasah.
Kondisi serupa dialami Nafisa Ibrahim, peserta program wajib kerja lulusan universitas di Abuja.
Ia membatalkan rencana pulang kampung untuk Idul Adha karena ongkos transportasi melonjak tajam.
“Biaya transportasi sekarang sekitar 35 ribu naira, padahal Februari lalu saya hanya membayar 15 ribu naira,” katanya.
Tak hanya transportasi, harga kebutuhan pokok dan hewan kurban juga mengalami lonjakan drastis.
Di Pasar Ternak Kubwa, Abuja, banyak pembeli hanya datang untuk menanyakan harga sebelum akhirnya pergi tanpa membeli.