- Krisis biaya hidup di Nigeria menyebabkan banyak keluarga membatalkan tradisi Idul Adha di berbagai wilayah tahun ini.
- Lonjakan harga pangan dan ongkos transportasi yang drastis memaksa masyarakat Abuja merayakan hari raya secara sederhana.
- Pedagang ternak dan bahan pokok di pasar lokal mengalami penurunan penjualan akibat kenaikan harga distribusi barang.
Seorang pedagang ternak, Malam Ibrahim, mengatakan penjualan tahun ini jauh lebih sepi dibanding sebelumnya.
“Orang datang, tanya harga, lalu pergi,” ujarnya.
Ia menunjukkan seekor domba yang dijual seharga 600 ribu naira atau sekitar Rp6,5 juta.
Tahun lalu, harga domba dengan ukuran serupa masih berada di bawah 350 ribu naira.
Menurut Ibrahim, kenaikan harga dipicu biaya distribusi yang semakin mahal akibat lonjakan harga bahan bakar dan transportasi dari wilayah utara Nigeria seperti Sokoto dan Kaduna.
“Bahkan penjual juga ikut menderita,” katanya.
Di pasar tradisional Kubwa Village Market, pedagang bahan makanan juga mengeluhkan penurunan pembeli menjelang Idul Adha.
Banyak keluarga kini mulai memangkas pengeluaran, termasuk untuk makanan perayaan.