- Seorang pemburu bernama Rofik dilaporkan hilang selama lima hari di kawasan hutan PT ITCI Kartika Utama, Kalimantan Timur.
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif menggunakan drone thermal dan penyisiran darat di sekitar wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
- Korban ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami dehidrasi berat setelah bertahan hidup sejauh 8,5 kilometer dari lokasi awal.
Penyisiran dilakukan secara darat dengan berjalan kaki menyusuri jalur-jalur setapak yang biasa dilalui pemburu.
Selain itu, kendaraan operasional BPBD dikerahkan untuk menjangkau titik-titik yang masih bisa diakses roda empat.
Tak hanya itu, teknologi modern berupa drone thermal juga diterbangkan untuk memantau suhu tubuh manusia dari udara, mengantisipasi jika korban berada di area yang sulit ditembus pandangan mata.
Setelah melakukan penyisiran yang melelahkan di bawah cuaca yang tidak menentu, titik terang akhirnya muncul pada Kamis (28/5) sore.
Sekitar pukul 16.25 Wita, tim berhasil menemukan Rofik dalam kondisi yang sangat memprihatinkan namun masih bernapas.
Ditemukan 8,5 Kilometer dari Lokasi Awal
Keajaiban seolah menaungi Rofik. Ia ditemukan pada jarak sekitar 8,5 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang.
Selama lima hari tanpa pasokan makanan dan minuman yang memadai, Rofik bertahan hidup di tengah hutan belantara.
Saat ditemukan, ia mengalami dehidrasi berat dan tampak sangat lemas, sebuah kondisi yang wajar dialami seseorang yang terpapar elemen alam dalam waktu lama.
Tim medis yang ikut dalam operasi langsung memberikan penanganan awal di lokasi penemuan sebelum mengevakuasi korban ke Posko SAR Gabungan.
Keberhasilan ini disambut haru oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat yang telah menunggu kabar selama berhari-hari.
Dody menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.
Sinergi antara instansi pemerintah, pihak swasta seperti PT ITCI Kartika Utama, hingga masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
"Setelah ditemukannya korban, SAR gabungan kembali melakukan pertemuan dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing guna melanjutkan kesiapsiagaan," katanya.
Kini, Rofik telah kembali ke pelukan keluarganya di Desa Telemow untuk menjalani pemulihan.
Meski trauma secara fisik dan mental, ia berhasil selamat dari maut yang mengintai di balik rimbunnya belantara IKN.