Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
Ibu dari balita yang meninggal usai sedasi di Mapolda DIY, Selasa (2/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Keluarga balita melaporkan RSUD Prambanan ke Polda DIY atas dugaan kelalaian medis yang menyebabkan kematian pasien usai sedasi.
  • Pasien meninggal di ICU pada 28 April 2026 setelah menjalani prosedur CT scan dengan pemberian sedasi tiga kali.
  • Ditreskrimsus Polda DIY sedang menyelidiki laporan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi terkait prosedur medis di RSUD Prambanan.

Ia mengaku masih mencari penjelasan mengenai penyebab kematian anaknya. Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan yang memuaskan dari pihak rumah sakit mengenai kondisi yang menyebabkan Naura meninggal dunia.

"Kondisinya sehat, dia tuh normal, ceria, aktif. Terus begitu diperiksain di rumah sakit itu dia datang kayak gitu, terus pemeriksaan CT scan sampai dia enggak sadar, sampai dia meninggal itu yang mau saya pertanyakan ke pihak rumah sakit," ungkapnya.

Dua Orang Dilaporkan

Purnomo mengatakan pihaknya telah menyampaikan identitas terlapor kepada penyelidik. Namun ia enggan membeberkan secara rinci pihak yang dilaporkan dan menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

"Dua orang, terlaporkannya, dua orang," kata Purnomo.

Ia menambahkan laporan yang diajukan menggunakan Pasal 440 Undang-Undang Kesehatan serta Pasal 8 Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Meski demikian, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian medis dalam kasus tersebut.

"Nah, ini masih dugaan ya. Artinya biar kemudian kepolisian, karena kita kan sudah laporan ke kepolisian. Jadi kepolisian biar kemudian memproses ini, apakah kemudian dugaan malapraktik atau ada kelalaian atau tidak," ujarnya.

Tanggapan RSUD Prambanan

baca juga

Di tengah proses penyelidikan yang berjalan, Direktur RSUD Prambanan Ratih Susila menyatakan pihak rumah sakit telah melakukan audit medis internal terkait kasus tersebut.

"Kalau untuk internal kami rumah sakit, kami sudah melakukan audit medis," kata Ratih.

Ratih mengatakan dokter yang menangani pasien masih aktif bertugas. Ia menyebut dokter yang dilaporkan merupakan dokter spesialis anak.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum bersedia membeberkan secara rinci kronologi medis, prosedur sedasi, maupun hasil audit terkait penyebab kematian pasien. RSUD Prambanan berencana menyampaikan penjelasan resmi kepada keluarga dan publik dalam waktu dekat.

"Jadi, saat ini RSUD Prambanan itu sedang merencanakan untuk jadwal kami memberikan keterangan medis kepada pihak keluarga dan kuasa hukumnya. Dan ini kami sedang menunggu jadwal dari kuasa hukum pihak keluarga," ujarnya.

Polda DIY Masih Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya laporan terkait dugaan malapraktik di RSUD Prambanan. Menurut dia, perkara tersebut saat ini masih berada pada tahap penyelidikan.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Ihsan.

Ia menyebut penyidik telah mulai memeriksa saksi-saksi terkait laporan tersebut.

Terkait pihak yang dilaporkan, Ihsan menyebut berdasarkan laporan polisi yang diterimanya, terlapor sementara adalah Direktur RSUD Prambanan.

"Ya, terlapornya Direktur RSUD Prambanan. Sementara satu orang, ya," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:37 WIB

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:56 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×