Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:59 WIB
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
Tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan pemetaan bawah permukaan tanah di sekitar rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Peneliti FTME UPN Yogyakarta memetakan bawah permukaan tanah di Padukuhan Mriyan, Sleman, untuk meneliti penyebab kebakaran misterius.
  • Metode geolistrik digunakan untuk mengidentifikasi lapisan batuan, kantong gas, serta jalur rekahan bawah permukaan tanah tersebut.
  • Data hasil investigasi akan dianalisis guna menentukan langkah penanganan komprehensif terhadap fenomena kemunculan api yang berpindah-pindah.

Suara.com - Tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan pemetaan bawah permukaan tanah di sekitar rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, yang dilanda kebakaran misterius selama hampir dua pekan terakhir.

Langkah ini dilakukan untuk meneliti lapisan batuan yang diduga menjadi tempat penyimpanan gas penyebab munculnya api secara berulang.

Koordinator tim peneliti FTME UPN "Veteran" Yogyakarta, Ardian Novianto, mengatakan investigasi dilakukan menggunakan metode geofisika berupa geolistrik.

Melalui metode tersebut, tim berupaya mengetahui susunan lapisan batuan di bawah permukaan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan jalur migrasi gas.

"Jadi ini kami akan mencoba untuk melakukan identifikasi untuk sub-surfacenya. Artinya kita mau mencoba melihat lapisan-lapisan bawah permukaannya ini seperti apa begitu," kata Ardian, kepada awak media, Rabu (3/6/2026).

Ardian menjelaskan pengukuran tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan pada sejumlah lintasan di sekitar lokasi kejadian.

Tim merencanakan enam hingga tujuh lintasan pengukuran untuk mendapatkan gambaran area yang lebih luas terkait kondisi geologi bawah permukaan.

"Rencananya mungkin kita ada enam atau tujuh lintasan nanti yang akan kita ukur, per lintasan nanti kita coba 200 meter," ujarnya.

Menurut Ardian, fokus utama penelitian saat ini adalah mencari lapisan batuan yang berpotensi menjadi tempat akumulasi gas.

baca juga

Selain itu, tim ingin mengetahui apakah terdapat struktur geologi berupa rekahan atau patahan yang dapat menjadi jalur keluarnya gas menuju permukaan.

"Lapisan batuan itu sebenarnya ada salah satu lapisan yang kita duga bisa sebagai tempat mengumpulnya si gas tadi," tuturnya.

Ditambahkan Ardian, keberadaan struktur geologi menjadi penting untuk ditelusuri karena diduga berkaitan dengan kemunculan api yang berpindah-pindah lokasi.

Jika terdapat rekahan bawah permukaan, struktur tersebut bisa menjadi jalur migrasi gas dari tempat penyimpanan menuju area permukiman.

"Terkait dengan strukturnya interpretasi awal, struktur itu sebagai jalur untuk keluarnya si gas tadi. Jadi kita pengen mengidentifikasi itu," ujarnya.

Meski sebelumnya terdapat indikasi gas metana dari sejumlah pengukuran awal, tim UPN belum ingin terburu-buru menyimpulkan jenis gas yang menjadi penyebab fenomena tersebut.

Pasalnya, hasil pengukuran menunjukkan kandungan metana yang terdeteksi relatif kecil. Sementara muncul informasi lain mengenai kemungkinan keberadaan gas hidrogen.

"Jadi dari beberapa pengukuran memang selama ini yang kemarin ada indikasi metana begitu ya. Namun pada saat diukur dari ESDM kemarin membawa alat ternyata memang ada metana tapi minor," ungkapnya.

Ardian menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dari pengukuran geolistrik nantinya akan dipadukan dengan hasil investigasi instansi lain. Tim berharap dapat menyusun kesimpulan yang lebih komprehensif.

Hingga kini penelitian masih berlangsung dan belum dapat menghasilkan kesimpulan final. Ardian mengatakan pemetaan bawah permukaan menjadi tahap penting untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Terutama apabila nantinya ditemukan kantong gas atau jalur migrasi gas di sekitar lokasi kejadian.

"Lebih mencari kantong, mencari sumber gasnya, sumbernya itu ada di mana atau dia tersimpannya di mana. Artinya sumbernya bisa di mana tapi tersimpan di mana kan bisa," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar

BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:41 WIB

Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?

Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:21 WIB

Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg

Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:33 WIB

Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako

Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:21 WIB

Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan

Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:33 WIB

Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:23 WIB

Yang tersisa Usai Kebakaran Hebat di Kemayoran Gempol

Yang tersisa Usai Kebakaran Hebat di Kemayoran Gempol

Foto | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:48 WIB

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Dapat 'Surat Cinta' dari BEI, Reaksi 3 Saham Ini Justru Jomplang Banget!

Dapat 'Surat Cinta' dari BEI, Reaksi 3 Saham Ini Justru Jomplang Banget!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

×