Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

Muhammad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:54 WIB
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
Ilustrasi-Potret pekerja Jakarta semakin sulit menabung, memiliki rumah, dan terbebani oleh jam kerja yang menyita waktu bersama keluarga. [Suara.com/Ai]
baca 10 detik
  • Ketimpangan upah buruh dengan standar kebutuhan hidup layak di Jakarta memicu penyusutan drastis jumlah kelas menengah.
  • Jelang HUT ke-499 Jakarta, warga merasa semakin sulit menabung, memiliki rumah, dan terbebani oleh jam kerja.
  • Cita-cita untuk hidup "cukup" kini bergeser dari standar awal menjadi tujuan akhir yang sulit diraih.

Kondisi itu juga terlihat dari menyusutnya jumlah kelas menengah Indonesia. Kelompok ini turun dari sekitar 57 juta orang pada 2019 menjadi 47,9 juta pada 2024, lalu kembali menyusut menjadi 46,7 juta pada 2025.

Mereka yang turun kelas tidak otomatis jatuh miskin. Namun mereka masuk ke wilayah abu-abu yang rapuh—cukup dekat dengan jurang untuk tergelincir ketika ada satu saja guncangan ekonomi.

“Semua sekarang mahal,” keluh Putri, seorang karyawan swasta di kawasan Palmerah.

Ilustrasi-Potret pekerja Jakarta kelelahan dan tertidur di kursi stasiun kereta. [Suara.com/Ai]
Ilustrasi-Potret pekerja Jakarta kelelahan dan tertidur di kursi stasiun kereta. [Suara.com/Ai]

Ketika Mimpi Sederhana Menjadi Kemewahan

Dulu, impian kelas menengah sering digambarkan dengan rumah dan mobil.

Kini, bahkan mimpi yang jauh lebih sederhana pun terasa sulit diraih.

Menabung, misalnya.

Bagi Rizal, menabung bukan lagi pilihan, melainkan sesuatu yang nyaris mustahil dilakukan.

“Sudah empat bulan saya nggak nabung,” keluhnya.

baca juga

Gajinya sebenarnya tidak kecil. Namun kebutuhan rumah tangga dan keluarga hampir selalu menghabiskan seluruh pendapatannya.

Mimpi lain yang terasa makin menjauh adalah memiliki rumah.

Di kota yang bercita-cita menjadi global city, harga properti terus melambung. Kenaikan harga rumah berjalan lebih cepat dibanding pertumbuhan pendapatan riil pekerja.

Akibatnya, semakin banyak anak muda yang menyerah sebelum bertanding. Mereka memilih mengontrak tanpa batas waktu atau tinggal lebih lama bersama keluarga di kota-kota penyangga.

”Ngontrak bisa, tapi mau sampai kapan? Sayang aja gitu, keluar uang terus tapi nggak ada hasil barang yang kita dapet,” tutur Tari.

Belum lagi kecemasan yang terus menghantui dunia kerja.

Sepanjang 2024, lebih dari 77.000 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Di balik angka itu ada ribuan keluarga yang kehilangan sumber penghidupan.

Bagi banyak pekerja, ancaman PHK bukan sekadar berita ekonomi. Ia adalah ketakutan yang hadir setiap hari.

“Kita-kita umurnya udah maksimal di persyaratan kerja. Misal kena PHK, bener-bener hopeless,” cerita Clarence, yang perusahaannya tengah menghadapi kondisi sulit.

Di luar soal uang dan pekerjaan, ada satu hal lain yang diam-diam semakin langka: waktu.

Waktu untuk keluarga. Waktu untuk beristirahat. Waktu untuk hidup sebagai manusia.

”Setiap hari saya berangkat pagi, pulang malem. Kasihan istri, waktunya jadi singkat banget ngelihat ketampanan saya,” kelakar Arya, pekerja yang setiap hari berangkat dari Bekasi menuju Jakarta.

Candaan itu mengundang tawa. Namun di baliknya tersimpan kenyataan yang akrab bagi jutaan komuter Jabodetabek.

Mereka menghabiskan sebagian besar hidup di jalan, kereta, dan kantor demi mempertahankan kehidupan yang semakin mahal.

Suasana panggung acara malam puncak HUT ke-498 Jakarta di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (22/6/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar]
Suasana panggung acara malam puncak HUT ke-498 Jakarta tahun lalu di Lapangan Banteng, Jakarta. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar]

Pesta untuk Siapa?

Perayaan HUT Jakarta ke-499 diperkirakan menjadi salah satu pesta rakyat terbesar tahun ini. Sebuah penanda bahwa kota ini hanya selangkah lagi menuju usia lima abad.

Arya mengaku tahu soal perayaan itu.

Namun ia tidak yakin akan datang.

“Buat apa rayain, kalau di kota itu sendiri ngerasa makin susah?” katanya.

Pertanyaan itu mungkin mewakili kegelisahan banyak warga Jakarta hari ini.

Mereka tidak menolak kemajuan kota. Mereka tidak membenci Jakarta.

Yang mereka rasakan adalah kelelahan.

Kelelahan karena gaji terasa hanya singgah sebentar di rekening. Kelelahan karena harga kebutuhan terus naik. Kelelahan karena tabungan yang disiapkan untuk masa depan perlahan terkikis untuk bertahan hari ini.

Lima abad tentu merupakan pencapaian luar biasa bagi sebuah kota.

Namun perayaan itu akan terasa kurang lengkap apabila mereka yang setiap hari membangun Jakarta—para pekerja yang berdesakan di KRL sejak subuh, yang pulang larut malam setelah lembur, yang terus menghitung sisa gaji menjelang akhir bulan—tidak ikut merasakan hasilnya.

“Bukan karena tidak cinta Jakarta,” kata Putri pelan. “Tapi kadang saya capek berjuang keras hanya untuk sekadar cukup.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45 WIB

Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

×