Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:18 WIB
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
Pedagang menata pakaian di Skybridge Tanah Abang, Jakarta. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
  • Ekonom UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, mengkritik kebijakan APBN pemerintah yang dinilai membebani kelas menengah serta daerah pada Rabu (10/6/2026).
  • Pemerintah dianggap memangkas anggaran daerah dan masyarakat produktif, namun tetap mempertahankan proyek besar yang manfaatnya kurang nyata.
  • Wisnu merekomendasikan evaluasi program strategis pusat demi menciptakan lapangan kerja berkualitas dan perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Suara.com - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, mengkritik cara pemerintah menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai justru membebani kelas menengah dan pemerintah daerah.

Di tengah tekanan ekonomi, kenaikan BBM non subsidi dan pajak, hingga daya beli yang melemah, pemerintah dianggap tetap mempertahankan program-program besar dengan anggaran fantastis yang manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Menurut Wisnu, kebijakan penghematan atau efisiensi belanja negara sejauh ini tidak menyentuh inti persoalan.

Pemangkasan anggaran justru dirasakan daerah dan kelompok masyarakat produktif, sementara proyek-proyek prioritas pusat tetap berjalan tanpa evaluasi serius.

"Jadi, ya rekomendasi kebijakan paling menarik berarti pemerintah harus cut spending. Tapi yang saat ini saya lihat, cut spending dilakukan pemerintah malah mengorbankan kelas menengah, malah mengorbankan daerah," kata Wisnu, Rabu (10/6/2026).

Ia menyoroti keluhan sejumlah kepala daerah yang belakangan mengaku kesulitan membayar gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Bagi Wisnu, kondisi itu memperlihatkan adanya ketimpangan prioritas anggaran antara pusat dan daerah di tengah situasi fiskal yang semakin sempit.

Wisnu menilai pemerintah seharusnya berani menghentikan atau setidaknya mengevaluasi program-program besar yang menyedot APBN namun belum menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

"Harusnya kemudian mereka mau stop program-program atau kegiatan-kegiatan dari pemerintah pusat yang nilainya tuh sangat luar biasa fantastis, tapi kemudian manfaatnya belum kelihatan lebih jelas," tuturnya.

Ia secara terbuka menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Merah Putih yang sejauh ini memang membutuhkan anggaran sangat besar.

Makan Bergizi Gratis (jabarprov.go.id)
Makan Bergizi Gratis (jabarprov.go.id)

"Betul nanti akan ada suara protes, 'Ini kan program udah besar, nanti ada pengangguran 1 juta, 2 juta.' Saya enggak bilang itu salah, cuman selama ini juga kita melihat gaji guru Rp300.000 kita ketawa-tawa aja, joget-joget aja," ungkapnya.

"Jadi ketika terus pengangguran ya sama-sama gitu, entar kan bisa dialihkan program-program lain, bisa dialihkan program-program yang lebih tepat sasaran, social protection yang lebih tepat sasaran, investasi padat karya yang lebih baik," katanya menambahkan.

Ia mengatakan perlindungan terhadap kelas menengah seharusnya dilakukan lewat investasi dan belanja negara yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Jika tidak, tekanan terhadap daya beli masyarakat akan terus membesar sementara negara sibuk mempertahankan proyek-proyek mahal yang efektivitasnya masih dipertanyakan.

"Buat kelas menengah atau menuju kelas menengah kadang memang enggak butuhnya cash transfer, butuhnya adalah pekerjaan yang stabil, tidak dipecat, lalu kemudian daya beli yang kuat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun

KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:34 WIB

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Pertamax Tembus Rp16 Ribu, JS Khairen Sindir Balik Cuitan Lawas Partai Gerindra

Pertamax Tembus Rp16 Ribu, JS Khairen Sindir Balik Cuitan Lawas Partai Gerindra

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:55 WIB

Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!

Namanya Terseret Kasus BGN, Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:24 WIB

Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan

Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:18 WIB

Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027

Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB

Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi

Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB

Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga

Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:53 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:47 WIB

Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!

Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:38 WIB

KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun

KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:34 WIB

Pramono Ancam Blacklist Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung

Pramono Ancam Blacklist Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:26 WIB