Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:37 WIB
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
Nisa (sebelah kiri) sedang menenun di Lombok International Airport menyambut pebalap MotoGP 2025 (Dok. Nisa)
baca 10 detik
  • Perempuan penenun asal Lombok mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan bisnis dan literasi dari CIMB Niaga dan Tenoon pada Maret 2025.
  • Program tersebut bertujuan membantu para perempuan penenun mengelola usaha secara profesional serta meningkatkan akses ke pasar digital.
  • Hasilnya, para penenun kini mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan memperoleh kenaikan pendapatan hingga 25 persen per bulan.

Suara.com - Dari sudut teras rumah di Lombok, Nisa dan para perempuan penenun lainnya menenun harapan bagi keluarga mereka. Dukungan pelatihan dari Giro Kartini membantunya mengembangkan usaha sekaligus menjaga warisan budaya Sasak.

Mata Khairun Nisa tampak fokus mengikuti setiap helai benang yang direntangkannya di alat tenun kayu tradisional. Jemarinya bergerak terampil, menarik dan menyusun benang membentuk motif Subahnale, motif tenun khas Sasak.

Suara kayu saling beradu terdengar berulang dari teras belakang rumahnya di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sejak pagi, perempuan yang akrab disapa Nisa itu telah duduk di depan alat tenun.

Sedari kecil, Nisa terbiasa melihat ibu dan perempuan-perempuan lainnya di desa duduk berjam-jam di depat alat tenun mereka masing-masing. Bagi masyarakat adat Sasak, tenun bagian dari kebudayaan yang terus dijaga lintas generasi.

"Dulu kelas 3 SD diajari nenek menenun, belajar dari yang kecil dulu bikin selendang. Dua tahun kemudian bisa buat kain besar sendiri," kata Nisa saat berbincang dengan Suara.com, Jumat (22/5/2026).

Berbekal alat tenun berusia ratusan tahun peninggalan nenek moyangnya, Nisa membangun usaha kain tenun secara mandiri. Awalnya, ibu tiga anak itu menjual kain hasil buatannya ke pengepul. Namun, perputaran uang berjalan lambat. Untuk menyelesaikan selembar kain tenun berukuran dua meter, ia membutuhkan waktu satu bulan. Semakin rumit motif yang dibuat, semakin panjang waktu pengerjaannya.

Kondisi itu membuat Nisa berpikir mencari cara agar ia dan perempuan penenun lainnya bisa bertahan. Pada 2019, ia menginisiasi kelompok perempuan penenun bernama Lumbung Sensek yang kini beranggotakan 28 orang.

Melalui kelompok tersebut, para penenun tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam memasarkan karya mereka. Mereka saling membantu memenuhi permintaan pembeli hingga berbagi stok kain tenun yang tersedia.

"Kalau di tempat saya stok habis, nanti diinfokan ke anggota lain siapa yang punya," ujarnya.

Dalam sebulan, Nisa dan kelompoknya bisa menjual belasan helai kain tenun motif Subahnale, Bintang dan Remawe khas Sasak. Dari penjualan tersebut, ia mengantongi keuntungan sekitar Rp5 juta per bulan.

Meski usahanya perlahan berkembang, perjalanan Nisa tidak selalu mulus. Selama ini ia mengandalkan penjualan kain tenun melalui relasi dari mulut ke mulut. Ia belum memahami penjualan modern melalui platform digital.

Nisa menyambut wisatawan asal Australia yang berkunjung ke Lombok membeli kain tenun buatannya (Dok. Nisa)
Nisa menyambut wisatawan asal Australia yang berkunjung ke Lombok membeli kain tenun buatannya (Dok. Nisa)

Padahal, karya-karya Nisa telah menembus mancanegara. Kain tenun buatannya pernah dibawa pulang oleh wisatawan asing yang datang ke desanya kembali ke negara asal mereka, seperti Australia, Inggris, Belanda, dan China. Keunikan motif khas Sasak menjadi daya tarik tersendiri.

Dari situ Nisa menyadari peluang usahanya masih bisa berkembang lebih jauh. Menurutnya, jika ia mampu memanfaatkan pemasaran digital dengan baik, kain tenun buatannya dapat menjangkau pembeli dari berbagai negara secara langsung.

Kesempatan untuk belajar akhirnya datang pada Maret 2025, ketika Nisa mengikuti Pelatihan Perempuan Penenun yang diselenggarakan CIMB Niaga bersama Tenoon, perusahaan rintisan yang memberdayakan perempuan dan penyandang disabilitas. Dari ratusan pendaftar, Nisa menjadi salah satu dari 10 perempuan yang terpilih mengikuti pelatihan tersebut.

Dalam pelatihan tersebut, ia diajari cara mengelola usaha lebih profesional, diperkenalkan pemasaran digital, pengelolaan media sosial hingga desain grafis sederhana untuk membantu promosi produk.

Pelatihan Perempuan Penenun di Lombok (Dok. CIMB Niaga)
Pelatihan Perempuan Penenun di Lombok (Dok. CIMB Niaga)

Fasilitator Pelatihan Perempuan Penenun, Tinar Meinati Kusumadewi mengatakan, perempuan penenun di Desa Sukarara menghadapi banyak tantangan dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan mengakses pasar, pengelolaan keuangan hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Mereka masih menjalankan pencatatan keuangan secara sederhana, bahkan beberapa belum melakukan pencatatan sama sekali. Jadi hanya fokus menenun," katanya.

Kondisi itu membuat mereka kesulitan memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Akibatnya perkembangan bisnis berjalan lambat meskipun produk mereka memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

Melalui pelatihan tersebut, Tenoon bersama CIMB Niaga mendorong para perempuan penenun agar tidak hanya menjaga tradisi tenun Sasak, tetapi juga mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Pelatihan itu sekaligus menjadi pintu awal bagi mereka mengenal pengelolaan usaha modern dan membuka akses terhadap layanan keuangan formal.

Pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan saja. Peserta juga dilibatkan dalam program BerdayaBareng x CIMB Niaga, yakni program pendampingan UMKM di Indonesia Timur yang selama ini belum banyak terjangkau layanan pembiayaan perbankan.

“Setelah menyelesaikan pelatihan, banyak peserta mengalami peningkatan pendapatan sampai 25 persen,” kata Tinar.

Pelatihan yang diikuti oleh Nisa dan perempuan penenun lainnya itu berasal dari donasi nasabah Giro Kartini CIMB Niaga. Produk rekening giro tersebut dirancang untuk mendorong pemberdayaan perempuan dengan konsep woman support woman, yakni nasabah perempuan Giro Kartini ikut mendukung perempuan lain dalam mengembangkan usaha mereka.

UMKM perempuan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2024, sebanyak 66 juta UMKM berkontribusi 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai Rp9.580 triliun. Dari jumlah tersebut, 99 persen merupakan usaha mikro dan 64 persen pelakunya adalah perempuan.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan, pemberdayaan UMKM perempuan dinilai tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan posisi dan kemandirian perempuan di masyarakat.

“Kalau kita bisa memberdayakan UMKM, kita tidak hanya memberdayakan ekonomi saja, tetapi juga memberdayakan perempuan,” kata Dyah dalam keterangannya.

Dukungan CIMB Niaga untuk UMKM Perempuan

Di tengah besarnya kontribusi perempuan terhadap sektor UMKM, berbagai tantangan masih dihadapi UMKM perempuan. Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa pembiayaan langsung, tetapi juga kesempatan untuk berkembang dan membangun usaha yang berkelanjutan.

Pendekatan itulah yang dibangun CIMB Niaga melalui Giro Kartini. Giro Kartini merupakan komitmen CIMB Niaga memberikan solusi finansial end-to-end bagi perempuan pelaku usaha.

Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga, Tony Tardjo mengatakan, Giro Kartini tidak hanya membantu perempuan pelaku usaha mengelola simpanan secara optimal, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha hingga menyentuh aspek sosial dan lingkungan.

"Giro Kartini memberikan nilai tambah dibanding giro biasa melalui imbal hasil yang lebih kompetitif, kemudahan transaksi digital, serta kontribusi terhadap pembiayaan perempuan," kata Tony kepada Suara.com.

CIMB Niaga menggunakan pendekatan relationship-based banking mendampingi nasabah Giro Kartini mengelola transaksi hingga kesiapan memperoleh dukungan pembiayaan untuk membantu pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Pendampingan tersebut dilakukan agar mereka memiliki kesiapan administrasi dan rekam jejak finansial yang lebih baik ketika membutuhkan akses pembiayaan usaha. Banyak UMKM perempuan memiliki potensi berkembang, namun belum terbiasa mengelola transaksi dan pencatatan usaha secara terstruktur.

Perkembangan usaha nasabah juga dipantau, mulai dari pertumbuhan aktivitas transaksi hingga pemanfaatan layanan perbankan lainnya. Tujuannya agar kebutuhan finansial dan peluang pengembangan bisnis nasabah dapat dipetakan sesuai tahapan pertumbuhan usaha masing-masing.

"Ini komitmen kami menyediakan solusi finansial yang menyeluruh untuk perempuan pelaku usaha," kata Tony.

Selain itu, Giro Kartini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan melalui berbagai program sosial dan pelatihan. Setiap pembukaan rekening Giro Kartini disertai donasi sebesar Rp25 ribu untuk mendukung program pemberdayaan perempuan, termasuk pelatihan yang didapatkan oleh Nisa di Lombok.

"Ke depan, cakupan program ini terbuka untuk diperluas ke berbagai wilayah agar memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Tony.

Merujuk laporan keberlanjutan CIMB Niaga, portofolio Giro Kartini mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2022, tercatat portofolio sebesar Rp15,02 miliar naik menjadi Rp86,30 miliar di tahun 2023. Kenaikan signifikan terjadi pada 2024 mencapai Rp509,7 miliar atau tumbuh 491 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

CIMB Niaga juga meluncurkan Kartini Loan pada akhir 2024 untuk memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi UMKM perempuan. Program tersebut menawarkan bunga kompetitif dan bebas biaya administrasi pada tahun pertama.

Berbagai inisiatif tersebut mengantarkan CIMB Niaga meraih penghargaan prestisius sebagai Banking for Women Initiative of the Year-Indonesia dalam ajang Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2023. Pada 2024, CIMB Niaga mendapat pengakuan internasional sebagai Best SME Bank Indonesia 2024 dari World Economic Magazine Awards dan Global Business & Finance Magazine Awards.

Infografis (Suara.com/Chyntia Sami B)
Infografis (Suara.com/Chyntia Sami B)

Pemberdayaan Perempuan dan Misi Lingkungan Berkelanjutan

Pemberdayaan perempuan pelaku usaha kini tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, UMKM perempuan didorong untuk membangun usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi bersama United Nations Environment Programme (UNEP), UN Women, dan BASE Foundation, CIMB Niaga mendorong perluasan akses pembiayaan iklim bagi UMKM perempuan agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi hijau.

Women's Economic Empowerment Senior Advisor UN Women Perwakilan Indonesia, Poppy Ismalina mengatakan, program kerjasama ini lahir dari dua persoalan yang dihadapi Indonesia, yakni rendahnya pembiayaan hijau dan terbatasnya akses pembiayaan bagi UMKM perempuan.

"Program ini menjawab dua persoalan sekaligus, bagaimana meningkatkan akses pembiayaan bagi perempuan yang ingin mengadopsi teknologi hijau dalam usahanya," kata Poppy kepada Suara.com.

Melalui program yang berjalan sejak Juni 2025 hingga Desember 2027 ini, perempuan pelaku usaha tidak hanya didorong mengakses pembiayaan, tetapi juga dikenalkan pada teknologi hijau yang dapat membantu usaha mereka menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, kerjasama ini memperkuat komitmen CIMB Niaga mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan, memperluas keuangan inklusif dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.

"Melalui program ini, CIMB Niaga akan memberikan pembiayaan bersubsidi penuh bagi UKM wanita dan kelompok rentan yang ingin mengadopsi solusi energi bersih dan berkelanjutan," kata Fransiska.

Sementara itu, Nisa di Desa Sukarara merasa sangat terbantu dengan dukungan program pemberdayaan dari donasi Giro Kartini CIMB Niaga. Melalui pelatihan, ia mendapatkan banyak pandangan baru tentang bagaimana usaha merawat kebudayaan tenun Sasak bisa bertahan di tengah perubahan zaman.

"Saya sering ikut pelatihan, tapi pelatihan ini berbeda. Saya diajari bagaimana jualan tenun lewat online. Ini sudah kita coba, Alhamdulillah tambah pendapatan," kata Nisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:30 WIB

CIMB Niaga Wealth Xpo 2026 Soroti Peran Jurnalisme Kredibel  Dalam Keputusan Investasi

CIMB Niaga Wealth Xpo 2026 Soroti Peran Jurnalisme Kredibel Dalam Keputusan Investasi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:16 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Gandeng Ajaib, Permudah Nasabah Investasi Saham

CIMB Niaga Gandeng Ajaib, Permudah Nasabah Investasi Saham

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:33 WIB

CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026

CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:59 WIB

OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga

OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:41 WIB

CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital

CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:21 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:03 WIB

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:24 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×