- Tim gabungan Kejaksaan menangkap Richard Muljadi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 20 Juni 2026.
- Penangkapan dilakukan karena Richard berstatus buronan DPO Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan atas kasus penipuan bisnis batu bara.
- Tersangka diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai tujuh miliar rupiah serta terancam hukuman penjara.
Setelah penangkapan dilakukan, Richard diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Deretan Kontroversi Richard Muljadi
Selain kasus dugaan penipuan bisnis batu bara, Richard Muljadi juga pernah beberapa kali menjadi pusat perhatian karena berbagai kontroversi.
1. Kasus Kokain di Toilet Mal
Pada 2018, Richard ditangkap polisi di toilet sebuah restoran di kawasan Mall Pacific Place, Jakarta Selatan. Polisi menemukan sisa narkotika jenis kokain yang kemudian menjadi barang bukti dalam perkara tersebut. Pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara disertai rehabilitasi medis di RSKO Cibubur.
2. Pemberkatan Pernikahan Saat Rehabilitasi
Ketika menjalani rehabilitasi terkait kasus narkotika, Richard sempat menghadiri acara pemberkatan bersama pasangannya. Kejadian ini menjadi polemik karena muncul perbedaan informasi mengenai izin keluar yang diperolehnya dari fasilitas rehabilitasi.
3. Jogging dengan Pengawalan Mobil Polisi
Pada 2020, video Richard yang sedang berlari di Bali sambil dikawal kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) viral di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan penggunaan fasilitas kepolisian untuk aktivitas pribadi sehingga kasus tersebut menjadi perhatian publik.
4. Liburan ke Bromo Dikawal POM TNI
Masih pada tahun yang sama, Richard kembali menuai kontroversi setelah mengunggah foto perjalanan wisata ke Gunung Bromo yang memperlihatkan keberadaan anggota Polisi Militer TNI dalam rombongannya. Unggahan itu kemudian viral dan memicu perdebatan di media sosial.
5. Membeli Seluruh Kursi Pesawat
Pada awal 2021, Richard mengaku membeli seluruh kursi dalam satu penerbangan komersial menuju Bali. Ia menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko tertular Covid-19. Aksi tersebut memunculkan beragam reaksi, mulai dari kekaguman hingga kritik terkait kesenjangan sosial.