- Seorang anak berusia 9 tahun tertembak peluru nyasar saat sedang bermain di Desa Lubang Buaya, Bekasi, Minggu (5/7/2026).
- Korban menderita luka di bagian dada akibat proyektil senapan angin dan kini sedang dirawat di RS Fatmawati Jakarta.
- Polsek Setu melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta mengamankan proyektil sebagai barang bukti atas insiden penembakan tersebut.
Suara.com - ANS, seorang anak berusia 9 tahun menjadi korban peluru nyasar saat bermain di samping rumahnya di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/7/2026) lalu.
Anak perempuan ini mengalami luka di bagian dada dan kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi meskipun orang tua korban belum membuat laporan polisi. Pihak keluarga saat ini masih fokus pada pemulihan anak tersebut.
Pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
"Kami juga sedang meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. Korban masih dirawat di RS Fatmawati dan kondisinya sudah stabil," ujar Usep, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (7/7/2026).
Usep menuturkan, peristiwa ini bermula ketika korban sedang bermain bersama teman-temannya di area perkampungan yang berbatasan langsung dengan persawahan.
Tiba-tiba korban merasakan benda mengenai bagian dadanya hingga menimbulkan rasa sakit. Teman-teman korban yang panik kemudian berteriak meminta pertolongan warga.
Kemudian oleh warga setempat, korban langsung dibawa ke klinik terdekat sebelum dirujuk ke RS Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Polisi yang menerima informasi kemudian mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban sekaligus menggali kronologi kejadian.
"Korban mengalami luka di bagian dada dan berdasarkan pemeriksaan awal diduga terkena satu butir proyektil," kata Usep.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menduga proyektil yang mengenai korban berasal dari senapan angin.
Namun belum diketahui apakah senapan itu berasal dari pemburu atau bukan. Adapun barang bukti berupa satu butir proyektil juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Selain itu, kata Usep, penyidik juga telah meminta keterangan tiga anak yang bermain bersama korban, seorang tetangga, serta Ketua RT dan RW setempat.
Namun, upaya mengungkap pelaku terkendala minimnya kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
"Kami sedang melakukan penyelidikan di lokasi untuk mencari orang-orang yang memiliki kebiasaan berburu burung di sekitar perkampungan," pungkasnya.