Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:50 WIB
Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan militer berturut-turut terhadap target strategis di wilayah Iran.

  • Donald Trump resmi mengaktifkan kembali blokade pelabuhan serta menerapkan tarif lintasan di Selat Hormuz.

  • Harga minyak mentah dunia langsung melonjak tajam menyusul kekhawatiran pecahnya perang terbuka.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali eskalatif setelah militer Amerika Serikat secara resmi melanjutkan operasi tempur udara ke wilayah Iran pekan lalu. Langkah agresif ini diambil sebagai respons langsung atas tindakan Teheran yang menyerang kapal-kapal komersial berbendera netral.

Pemerintah Amerika Serikat menilai tindakan sepihak Iran tersebut telah mencederai nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak. Oleh karena itu, serangan balasan ini menjadi sinyal keras bahwa Washington tidak akan menoleransi gangguan di jalur laut internasional.

Laporan dari Komando Sentral Amerika Serikat menegaskan bahwa gempuran udara ini telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut hingga Selasa, 14 Juli 2026. Operasi berkepanjangan ini menandai runtuhnya stabilitas perdamaian sementara yang sempat diupayakan bulan lalu.

Donald Trump [The White House]
Donald Trump [The White House]

Sesuai koridor hukum War Powers Act, Donald Trump telah menyerahkan notifikasi resmi kepada Kongres pada tanggal 10 Juli 2026. Pemberitahuan tertulis tersebut kini memicu tenggat waktu 60 hari bagi parlemen untuk menentukan nasib operasi militer ini.

Melalui surat resminya, Donald Trump memastikan bahwa tidak ada satu pun pasukan darat yang diterjunkan ke teritori musuh. Ia mengklaim operasi terukur ini dirancang sedemikian rupa guna menekan potensi jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.

Target utama dari gelombang serangan udara ini difokuskan pada pembersihan elemen militer yang mengancam keamanan pasukan sekutu. Selain itu, operasi ini bertujuan mengamankan pergerakan kapal dagang serta melindungi kepentingan domestik Amerika Serikat.

Sebelumnya, eskalasi telah bermula sejak 7 Juli 2026 saat Komando Sentral menghancurkan puluhan titik strategis di Iran. Departemen Keuangan Amerika Serikat bahkan bergerak cepat dengan memberlakukan kembali sanksi ekonomi pada sektor penjualan minyak mentah.

Secara mengejutkan, Donald Trump mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan kapal asing membayar biaya khusus jika ingin melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini memicu protes keras karena Iran secara historis mengklaim kendali penuh atas jalur perairan vital tersebut.

“Kita memberlakukan kembali BLOKADE IRAN,” ujar Donald Trump melalui media sosial pada hari Senin.

baca juga

“Semua negara lain akan mendapatkan penggunaan Selat yang adil dan terbuka.”

Donald Trump menegaskan pungutan tersebut merupakan bentuk kompensasi atas biaya operasional pengamanan jalur maritim perdagangan dunia yang dilakukan negaranya.

“Kita akan diganti sebesar 20 persen dari nilai kargo untuk membantu menutupi setiap dan semua biaya yang diperlukan untuk melakukan tugas memberikan keselamatan dan keamanan,” tambah presiden.

Keputusan pengenaan tarif kapal maritim ini langsung memicu polemik hukum internasional mengenai kebebasan navigasi dunia. Pasar global merespons negatif dengan lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 7,8 persen menjadi 81,92 dolar per barel.

Pemberlakuan kembali blokade pelabuhan Iran secara resmi dimulai oleh militer Amerika Serikat pada hari Selasa pukul 16.00 waktu setempat. Langkah penutupan akses ini praktis mengakhiri pelonggaran blokade yang sempat diberikan Washington pada pertengahan April lalu.

Konflik bersenjata antara kedua negara ini sebenarnya berakar dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Setelah peristiwa tersebut, Washington bersikeras bahwa Selat Hormuz harus berstatus bebas dari segala bentuk pungutan bagi publik.

Perjanjian damai sementara yang ditandatangani bulan lalu kini berada di ambang kegagalan total akibat aksi saling tembak. Situasi di Selat Hormuz yang terus memanas ini dikhawatirkan memicu pecahnya perang terbuka yang mengganggu ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:17 WIB

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:52 WIB

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:50 WIB

Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan

Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:49 WIB

Lawan Narasi 'Lagi Apes', Jaksa KPK Siapkan 40 Saksi di Sidang Suap Bea Cukai

Lawan Narasi 'Lagi Apes', Jaksa KPK Siapkan 40 Saksi di Sidang Suap Bea Cukai

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:46 WIB

Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban

Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:42 WIB

Kejagung Tarik Rem! Perintahkan Seluruh Kejati Hentikan Pengumpulan Data Terkait MBG

Kejagung Tarik Rem! Perintahkan Seluruh Kejati Hentikan Pengumpulan Data Terkait MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:38 WIB

Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota

Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:31 WIB

Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset

Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:29 WIB

JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan

JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:18 WIB

Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan

Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:17 WIB

3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:17 WIB

×