Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung

Galih Prasetyo

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:44 WIB
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
Ibu Muda 35 Tahun Bunuh Tiga Anak Kandung, Diduga Akibat Gangguan Mental Pasca Melahirkan [Istimewa]
baca 10 detik
  • Lindsay Clancy menjalani persidangan di Massachusetts atas kasus pembunuhan tiga anak kandungnya.
  • Jurnal pribadi dan kesaksian suami mengungkapkan terdakwa mengalami depresi berat serta psikosis postpartum.
  • Jaksa dan pengacara memeriksa catatan konsumsi obat psikiatri terdakwa yang memicu peristiwa Januari 2023.

Suara.com - Kasus memilukan melibaktan seorang ibu berusia 35 tahun yang membunuh tiga anak kandungnya.

Peristiwa tragis ini terjadi di Amerika Serikat. Pelaku bernama Lindsay Clancy saat ini tengah menjalani persidangan kasus yang menyita perhatian publik AS tersebut.

Pada sidang terbaru ini seperti dinukil dari NY Post, terungkap fakta baru yang mengejutkan.

Jaksa dan pengacara menghadirkan jurnal pribadi yang mencatat detail konsumsi obat psikiatri serta kondisi mental terdakwa sebelum kejadian tragis itu.

Dalam persidangan di Massachusetts, juri diperlihatkan catatan harian Clancy yang secara rinci menuliskan dosis obat dan perasaannya setiap hari.

Dalam salah satu catatan, ia menulis mengalami depresi berat meski sempat tidur cukup.

Ilustrasi pembunuhan (freepik)
Ilustrasi pembunuhan (freepik)

Pihak pembela menyatakan kondisi tersebut menjadi bukti kuat bahwa Clancy mengalami depresi pascamelahirkan atau psikosis postpartum.

Mereka menilai terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana karena gangguan mental yang diperparah oleh kombinasi hingga 15 obat psikiatri.

Dalam sidang sempat diputar rekaman panggilan darurat 911.

baca juga

Rekaman berdurasi enam menit itu memperdengarkan detik-detik penemuan tiga anaknya dalam kondisi tak bernyawa.

Mantan suami Clancy, Patrick Clancy, menjadi saksi kunci dalam persidangan.

Ia menggambarkan terdakwa sebagai ibu yang sangat berdedikasi dan penuh kasih terhadap anak-anaknya.

"Dia sangat berdedikasi. Dia melakukan segalanya untuk anak-anak," ujar Patrick di hadapan juri.

Namun, ia juga mengungkap perubahan drastis pada kondisi mental Clancy sebelum kejadian.

Ia menyebut insomnia parah akibat konsumsi antidepresan membuat istrinya sulit berfungsi secara normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:34 WIB

Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?

Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:19 WIB

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:10 WIB

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:34 WIB

Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika

Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:43 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×