- Pemerintah bersama BMKG menjalankan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur untuk mengatasi kekeringan dan karhutla akibat El Nino.
- Operasi modifikasi cuaca yang berlangsung pada Agustus 2026 tersebut berhasil menurunkan hujan serta menambah cadangan air Waduk Sepaku IKN.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap menyiagakan tim gabungan karena ancaman kekeringan dan ratusan titik panas masih berlangsung.
BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara pada 24-26 Agustus. Setelah itu, intensitas dan sebaran hujan diperkirakan menurun signifikan pada 27 Agustus hingga 1 September.
Kaltim Masih Siaga Bencana
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah tambahan untuk menghadapi kekeringan dan karhutla yang masih berpotensi berlangsung hingga akhir Agustus.
Saat ini sekitar 200 titik api masih terpantau di Kaltim. Penanganannya melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api. Status penanganan karhutla di Kaltim saat ini masih berada pada level Siaga Bencana dan belum ditingkatkan menjadi Siaga Darurat.
Seno meminta pemerintah daerah tetap mewaspadai kondisi di wilayah masing-masing dan segera mengajukan bantuan kepada BNPB apabila situasi telah memenuhi kriteria untuk penetapan status siaga darurat.
Selain Kaltim, BMKG juga menjalankan OMC di sejumlah daerah untuk menghadapi karhutla dan persoalan ketersediaan air.
Posko Pekanbaru, Riau, misalnya, telah menerbangkan 26 sorti bahan semai untuk penanganan karhutla sepanjang 30 Juli-29 Agustus.
OMC penanganan karhutla juga dilakukan di Palembang pada 22-26 Agustus dan Pontianak pada 23-27 Agustus.
Sementara di Jakarta, BMKG bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan OMC pada 22-26 Agustus dengan sasaran meningkatkan kualitas udara.