Ratusan Brimob Dikerahkan ke Kalbar, Perkuat Pemadaman Karhutla Meski Hotspot Menurun

Muhamad Yasir

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:08 WIB
Ratusan Brimob Dikerahkan ke Kalbar, Perkuat Pemadaman Karhutla Meski Hotspot Menurun
petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. ANTARA/Ho- Sucia Lucinda
baca 10 detik
  • Polri mengerahkan 300 personel Brimob asal Kalimantan Timur dan Bali ke Kalimantan Barat untuk menangani karhutla.
  • Pengerahan ratusan personel bertujuan mempercepat pemadaman serta mencegah perluasan titik api di lahan gambut.
  • Meski titik panas di Kalimantan Barat menurun menjadi 28 titik, pemerintah tetap waspada terhadap potensi ancaman asap dari lahan gambut.

Suara.com - Polri mengerahkan 300 personel Brimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Pasukan tambahan itu diterjunkan untuk membantu mempercepat pemadaman titik api, termasuk di kawasan lahan gambut yang masih menyimpan ancaman asap dan potensi api kembali muncul.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan ratusan personel tersebut didatangkan dari dua wilayah. Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri dikerahkan dari Kalimantan Timur, sementara 110 personel lainnya berasal dari Satbrimob Polda Bali.

Pengerahan kekuatan tambahan ini menjadi bagian dari strategi Polri merespons eskalasi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi titik api dan kawasan gambut.

Isir mengatakan para personel Brimob tidak hanya akan membantu proses pemadaman. Mereka juga diperkuat untuk mendukung langkah pencegahan, respons cepat, hingga perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat," kata Isir kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Menurut Isir, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman saat api telah berkobar.

Strategi penanganan juga mencakup pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, hingga pemulihan pascabencana.

Mobilisasi 300 personel Brimob itu diharapkan memperkuat Polda Kalbar bersama TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mengendalikan titik api serta meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat dan lingkungan.

baca juga
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]

Hotspot Menurun, Ancaman Asap Belum Hilang

Pengerahan ratusan personel Brimob dilakukan di tengah tren penurunan jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) pada Minggu (23/8/2026) pukul 23.59 WIB, jumlah hotspot di Kalbar tersisa 28 titik.

Sebarannya meliputi 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan satu titik di Kubu Raya.

Perkembangan tersebut disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan, jajaran TNI dan Polri, BMKG, BNPB, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api.

Meski jumlah hotspot menurun dan api di permukaan tidak lagi terlihat di sejumlah lokasi, pemerintah belum menurunkan kewaspadaan. Asap putih masih membumbung dari kawasan gambut yang memiliki karakteristik pembakaran tidak sempurna.

Kondisi tersebut membuat api di lahan gambut tetap berpotensi menyala kembali, terutama jika cuaca kering dan terik berlangsung dalam waktu lama.

Pemerintah pun terus menggenjot penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB hingga relawan.

Sementara secara nasional, konsentrasi titik panas kini bergeser dari Kalimantan ke Sumatra. Data per Minggu malam menunjukkan Sumatra Selatan mencatat 127 hotspot, disusul Riau dengan 54 titik dan Jambi 47 titik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumber Air di 8 Wilayah Prioritas Disiapkan untuk Percepat Pemadaman Karhutla di Kalbar

Sumber Air di 8 Wilayah Prioritas Disiapkan untuk Percepat Pemadaman Karhutla di Kalbar

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Di Tengah Karhutla Kalimantan, Bagaimana Belajar Mengendalikan Api dari Pengetahuan Dayak Maayan

Di Tengah Karhutla Kalimantan, Bagaimana Belajar Mengendalikan Api dari Pengetahuan Dayak Maayan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:07 WIB

El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

El Nino Tekan Cadangan Air Waduk Sepaku, 13.273 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×