Iran dan Oman Bikin Jalur Pelayaran Transit Sementara saat Blokade Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Iran dan Oman Bikin Jalur Pelayaran Transit Sementara saat Blokade Selat Hormuz
Selat Hormuz (CNN)
baca 10 detik
  • Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran transit sementara selebar 11,3 kilometer di Selat Hormuz.

  • Iran menegaskan Selat Hormuz tak dibuka penuh sebelum AS mencabut sanksi dan mencairkan asetnya.

  • Penutupan Selat Hormuz sejak Februari merusak pasokan seperlima komoditas minyak dan gas global.

Suara.com - Iran dan Oman mencapai kesepakatan teknis untuk mengaktifkan koridor pelayaran transit sementara di Selat Hormuz demi mencairkan kebuntuan lalu lintas energi global. Langkah diplomatik dua negara pesisir ini membuka ruang navigasi terbatas setelah jalur perdagangan strategis dunia tersebut lumpuh total akibat konflik persenjataan.

Pemerintah Iran menetapkan bahwa koridor darurat ini akan melintasi sebagian wilayah laut teritorial mereka di bawah pengawasan ketat. Kebijakan bersama Maskat dan Teheran tersebut menawarkan skema pengaturan lalu lintas kapal yang berbeda dibanding koridor laut bentukan asosiasi internasional sebelumnya.

Kesepakatan bilateral ini menandai pergeseran penguasaan navigasi Teluk ke tangan negara-negara pesisir lokal. Meski perlintasan baru mulai dirancang, pihak Teheran menegaskan akses penuh Selat Hormuz belum akan dibuka sampai Amerika Serikat merealisasikan janji kompensasi politiknya.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, memaparkan rincian teknis perlintasan kapal tersebut lewat siaran televisi pemerintah. Ia menyatakan bahwa jalur masuk dan sebagian akses keluar kapal dirancang khusus menembus wilayah perairan kedaulatan Iran.

Kazem Gharibabadi menjelaskan lebar koridor transit perairan darurat tersebut mencapai tujuh mil atau sekitar 11,3 kilometer.

"Rute transit yang disepakati dengan Oman merupakan rute sementara," tegas Gharibabadi dalam pernyataan resminya.

Sebelum pengumuman terbuka ini rilis, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah menggelar perundingan intensif bersama Menlu Oman Badr Albusaidi di Teheran. Pertemuan tingkat tinggi tersebut mematangkan koridor navigasi transisi sekaligus mengagendakan proyek pembersihan ranjau laut di kawasan selat.

Badr Albusaidi menyampaikan optimismenya melalui platform X agar kedua pihak bisa segera mengumumkan koridor tersebut kepada publik dunia. Ia menambahkan bahwa pengelolaan selat di masa depan dan solusi permanen akan menyusul pada waktunya.

Tim teknis dari Iran dan Oman dijadwalkan segera menggelar negosiasi lanjutan guna menyusun regulasi jangka panjang. Pembahasan itu mencakup mekanisme pertukaran data pelayaran, jaminan keamanan laut, hingga penyediaan layanan navigasi terpadu.

baca juga

Kawasan Selat Hormuz memanas pasca aksi penutupan sepihak oleh Teheran sebagai balasan atas agresi militer AS dan Israel pada Februari lalu. Iran kemudian mengalihkan arus kapal ke perairan teritorialnya dan memotong skema pemisahan lalu lintas internasional buatan IMO tahun 1968.

Kondisi perairan makin membahayakan lantaran Teheran memasang ranjau di sekitar jalur laut lama. Upaya AS, Oman, dan IMO menyusun koridor alternatif di pesisir Oman pada Juni lalu runtuh seketika setelah serangan armada Iran menargetkan kapal-kapal pemanfaat rute selatan tersebut.

Diplomasi perdamaian skala luas kini menemui jalan buntu dan membuat pelayaran komersial tetap berada dalam bahaya tinggi. Insiden terbaru mencatat satu kapal tanker minyak lumpuh di dekat Ash Shishah akibat hantaman proyektil misterius.

Gharibabadi menegaskan kembali bahwa terciptanya rute sementara ini tidak otomatis memulihkan status operasional penuh Selat Hormuz. Pihaknya membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut ranjau laut di perairan internasional telah bersih total.

Pernyataan Washington dinilai Gharibabadi hanya bertujuan untuk menenangkan pasar keuangan global semata. Ia melontarkan peringatan keras bahwa kapal penyapu ranjau milik militer AS akan menjadi "target yang sangat bagus" jika nekat beroperasi di area tersebut.

Teheran menuntut AS menjalankan seluruh kewajiban dalam kesepakatan Juni, mencakup pencabutan sanksi ekonomi serta pencairan aset dana Iran yang dibekukan. Tanpa pemenuhan syarat itu, Iran menolak membuka penuh jalur perdagangan yang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia tersebut.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru meluncurkan paket sanksi ekonomi baru dan mengancam bakal menghukum negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Menanggapi gertakan tersebut, Teheran meminta komunitas internasional tidak menyerah pada intimidasi ekonomi Washington.

"Kami mendesak negara-negara untuk tidak tunduk pada tekanan Amerika terkait sanksi yang ingin dijatuhkan Washington kepada kami," tutur Gharibabadi.

Ketegangan di Selat Hormuz berakar dari meletusnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada Februari. Konflik persenjataan tersebut seketika menghentikan lalu lintas pelayaran yang saban hari menyalurkan 20 persen komoditas minyak dan gas alam cair dunia.

Meskipun nota kesepahaman sempat ditandatangani pada Juni untuk mengakhiri perselisihan, perundingan lanjutan berjalan alot akibat sanksi baru dari Washington.

"Sanksi baru Amerika pasti gagal, dan kami memiliki metode sendiri untuk melawannya," pungkas Gharibabadi mengakhiri penjelasannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh Parah, Iran Tolak Buka Jalur Pelayaran

Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh Parah, Iran Tolak Buka Jalur Pelayaran

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Kenapa Sanksi Ekonomi AS ke Iran Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia?

Kenapa Sanksi Ekonomi AS ke Iran Bawa Berkah untuk Harga Minyak Dunia?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×