Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

Galih Prasetyo

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal
Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Banjir bandang dan longsor akibat keruntuhan gletser menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Bencana alam tersebut menyebabkan sedikitnya 390 orang meninggal dunia serta lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang.
  • Pemerintah mengerahkan puluhan ribu personel keamanan dan helikopter militer karena akses jalan rusak parah.

Suara.com - Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China.

Sedikitnya 390 orang tewas, sementara lebih dari 1.400 orang masih dinyatakan hilang setelah aliran air dan lumpur menerjang permukiman pada Rabu (26/8/2026) waktu setempat.

Bencana tersebut diduga berkaitan dengan runtuhnya gletser di kawasan Himalaya.

Aliran air bercampur material lumpur dan puing menerjang sejumlah wilayah dengan kekuatan besar hingga menghancurkan bangunan, jalan, serta jembatan.

Tim penyelamat Nepal dan China hingga Kamis (27/8/2026)  waktu setempat masih melakukan pencarian terhadap ratusan korban yang hilang.

Helikopter militer dikerahkan karena banyak akses darat menuju wilayah terdampak mengalami kerusakan parah.

Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)

Di Nepal, sedikitnya 389 orang meninggal dunia dan lebih dari 460 lainnya mengalami luka-luka.

Kepolisian Nepal juga mencatat sekitar 910 orang masih hilang.

Sementara itu, otoritas di Tibet melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan 558 orang lainnya belum ditemukan.

baca juga

Dengan demikian, jumlah korban meninggal di kedua wilayah telah menembus angka 390 orang.

Di Distrik Nuwakot, Nepal, jalan-jalan dipenuhi lumpur dan puing.

Sejumlah kendaraan juga terlihat tertimbun material banjir, sementara tim penyelamat menggunakan alat berat untuk membuka akses dan mengevakuasi korban.

Besarnya jumlah korban hilang membuat operasi pencarian menjadi semakin sulit.

Kerusakan jalan dan jembatan menyebabkan sejumlah wilayah terdampak hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter.

Koordinator Residen PBB di Nepal, Lila Pieters Yahia, mengatakan pemerintah telah mengerahkan lebih dari 30.000 personel keamanan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

"Mereka bekerja siang dan malam," kata Pieters Yahia dinukil dari AP.

Menurutnya, lebih dari 35 jembatan hancur dan sekitar 40 kilometer jalan mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan terbesar bagi tim penyelamat untuk menjangkau wilayah yang terdampak paling parah.

Tentara Nepal dilaporkan telah menyelamatkan lebih dari 100 orang menggunakan helikopter.

Bencana ini juga berdampak terhadap warga negara asing. Dewan Pariwisata Nepal mencatat terdapat 517 warga asing yang masih hilang setelah banjir menerjang kawasan perbatasan.

Mereka berasal dari lebih dari 30 negara, termasuk India, Amerika Serikat, Inggris, Ukraina, Afrika Selatan, dan Jepang.

Banyak dari mereka diduga berada di kawasan tersebut untuk melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash, salah satu lokasi ziarah penting di Tibet.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyebut sekitar 90 warga AS belum diketahui keberadaannya di Nepal dan China.

Tiga warga Amerika telah berhasil diselamatkan dan sejauh ini tidak ada laporan kematian warga AS yang dikonfirmasi pemerintah.

India juga melaporkan ratusan warganya masih belum ditemukan.

Kementerian Luar Negeri India menyebut 288 warga negaranya, termasuk pekerja proyek pembangkit listrik, masih dalam pencarian.

Runtuhan gletser raksasa di kawasan perbatasan Tibet dan Nepal memicu banjir bandang lumpur yang menewaskan lebih dari 270 orang. Petaka mendadak tanpa curah hujan ini menimbun banyak wilayah permukiman serta memutus akses transportasi utama. (BBC)
Runtuhan gletser raksasa di kawasan perbatasan Tibet dan Nepal memicu banjir bandang lumpur yang menewaskan lebih dari 270 orang. Petaka mendadak tanpa curah hujan ini menimbun banyak wilayah permukiman serta memutus akses transportasi utama. (BBC)

Danau Baru Muncul, Ancaman Banjir Susulan

Situasi di wilayah Tibet juga masih mengkhawatirkan.

Material longsor menimbun kawasan Gyirong Port hingga membuat lumpur mencapai kedalaman rata-rata sekitar 1,5 meter.

Otoritas China juga memperingatkan adanya ancaman baru setelah terbentuk sebuah danau akibat material longsor yang menghalangi aliran sungai.

Volume air di danau tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2 juta meter kubik pada Kamis pagi.

Kementerian Sumber Daya Air China memperkirakan danau itu masih akan menerima tambahan sekitar 3 juta meter kubik air dalam tiga hari berikutnya.

Pemerintah memperingatkan adanya risiko tinggi tanggul alami tersebut jebol dan memicu banjir susulan.

Perdana Menteri China Li Qiang telah tiba di Gyirong untuk memantau langsung operasi penanganan bencana.

Sekitar 500 personel militer dan paramiliter juga dikerahkan untuk membantu pencarian dan evakuasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Krisis Manufaktur Global Lima Pabrik Volkswagen di Jerman Terancam Berhenti Beroperasi

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×