- Lebih dari 2.400 orang hilang akibat banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet.
- Sebanyak 261 warga asing dari 23 negara teridentifikasi hilang di wilayah Tibet.
- Keluarga korban mendesak koordinasi mendesak antara pemerintah Nepal, China, dan Australia.
Laporan resmi menunjukkan 15 warga negara Inggris masuk dalam daftar korban hilang di wilayah Tibet. Di sisi lain, otoritas Nepal mencatat ada 33 warga Inggris yang belum ditemukan di area perbatasan mereka.
Ketidakjelasan data timbul karena sebagian turis Inggris tersebut diperkirakan sedang berada dalam perjalanan melintasi batas Nepal menuju Tibet saat bencana terjadi.
Rincian data media pemerintah China mencatat korban hilang mencakup 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, serta 18 warga Amerika Serikat. Wilayah lain menyumbang korban hilang seperti enam warga Kanada, enam warga Australia, empat warga Afrika Selatan, tiga warga Malaysia, tiga warga Jerman, dan tiga warga Rusia.
Dua warga negara masing-masing berasal dari Irlandia, Estonia, Prancis, Belanda, dan Selandia Baru. Korban hilang tersisa masing-masing satu warga negara dari Finlandia, Lithuania, Portugal, Ukraina, Spanyol, dan Hungaria.
Proses pendataan dan pencarian korban dilakukan secara terpadu melalui verifikasi lintas instansi pemerintah China. Kerja sama ini melibatkan kementerian luar negeri, keamanan publik, kebudayaan dan pariwisata, hingga manajemen darurat.
Bencana banjir bandang mendadak ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan tinggi di sepanjang garis perbatasan Nepal dan Tibet. Medan yang curam serta rusaknya jalur komunikasi memperlambat pergerakan tim evakuasi dalam mendistribusikan bantuan.