Pemerintah Harus Perkuat Mitigasi! Ancaman Karhutla 2027 Bisa Lebih Parah

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 02 September 2026 | 16:12 WIB
Pemerintah Harus Perkuat Mitigasi! Ancaman Karhutla 2027 Bisa Lebih Parah
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc]
baca 10 detik
  • Anggota Komisi IV DPR RI Riyono meminta pemerintah memperkuat mitigasi karhutla sejak dini.
  • Pemerintah perlu mengatasi keterbatasan personel dan melibatkan masyarakat sekitar hutan guna meningkatkan pengawasan pencegahan kebakaran.
  • Revisi Undang-Undang Kehutanan diharapkan dapat segera diselesaikan untuk memperkuat perlindungan serta pencegahan kerusakan hutan secara berkelanjutan.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI Riyono meminta pemerintah memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting karena ancaman karhutla diperkirakan masih dapat meningkat pada 2027.

Riyono mengatakan kondisi karhutla yang terjadi sepanjang 2026 belum menunjukkan puncak ancaman. Pemerintah diminta segera memetakan wilayah rawan dan menyiapkan langkah pencegahan sebelum memasuki periode yang lebih berisiko.

“Ini belum puncaknya. Karena itu, mitigasi harus disiapkan dari sekarang. Jangan sampai kita menunggu kejadian besar baru kemudian sibuk melakukan penanganan,” kata Riyono dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk "Dukung Penegakan Hukum Karhutla untuk Beri Efek Jera" di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Riyono, kemunculan titik-titik kebakaran di sejumlah wilayah harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla pada tahun-tahun berikutnya.

“Titik-titik kebakaran muncul di sejumlah wilayah dan ini harus menjadi pelajaran untuk mempersiapkan langkah menghadapi tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Riyono juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia dalam pengawasan kawasan hutan. Dengan luas wilayah hutan Indonesia, penanganan karhutla dinilai tidak cukup hanya mengandalkan jumlah petugas yang tersedia saat ini.

“Kita membutuhkan penguatan SDM, baik penyuluh kehutanan, Manggala Agni maupun polisi hutan,” ungkapnya.

Selain menambah personel, ia mendorong pemerintah melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dalam upaya pencegahan dan pengawasan karhutla.

Riyono juga meminta pemerintah mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penindakan setelah kerusakan terjadi. Hal itu termasuk dalam penerapan sanksi terhadap pihak yang menyebabkan kerusakan hutan.

baca juga

“Jangan sampai kita melihat denda sebagai sumber penerimaan negara. Yang harus menjadi tujuan utama adalah mencegah kerusakan hutan itu terjadi,” tegasnya.

Riyono berharap revisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan segera diselesaikan. Menurutnya, regulasi tersebut harus memperkuat upaya perlindungan dan pencegahan kerusakan hutan.

“Spirit utamanya adalah menjaga hutan kita tetap lestari, memperkuat pencegahan, dan memastikan kerusakan hutan tidak terus berulang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kalimantan Dikepung Asap Karhutla, DPR Tegaskan Kesehatan Guru dan Siswa Prioritas Utama

Kalimantan Dikepung Asap Karhutla, DPR Tegaskan Kesehatan Guru dan Siswa Prioritas Utama

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:47 WIB

Tiga Perusak CCTV Demo DPR Ditangkap! Motif Ingin Hilangkan Jejak Kerusuhan

Tiga Perusak CCTV Demo DPR Ditangkap! Motif Ingin Hilangkan Jejak Kerusuhan

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:58 WIB

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

News | Rabu, 02 September 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Siap-siap! Usaha Kuliner Bisa Ditutup Jika Belum Bersertifikat Halal di Oktober 2026

Siap-siap! Usaha Kuliner Bisa Ditutup Jika Belum Bersertifikat Halal di Oktober 2026

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:11 WIB

Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo: Tim Pusat Turun Gunung, Nasib SPPG di Ujung Tanduk

Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo: Tim Pusat Turun Gunung, Nasib SPPG di Ujung Tanduk

Jatim | Rabu, 02 September 2026 | 16:10 WIB

4 Rekomendasi Dispenser Air yang Bisa Bikin Es Batu Sendiri, Praktis Tanpa Ribet

4 Rekomendasi Dispenser Air yang Bisa Bikin Es Batu Sendiri, Praktis Tanpa Ribet

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 16:09 WIB

Sketsa Wajah Rampung, Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Pengeroyokan di Pejompongan

Sketsa Wajah Rampung, Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Pengeroyokan di Pejompongan

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:09 WIB

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:06 WIB

Waspada Modus Catut Nama Pejabat Kejati Jabar, Pelaku Nekat Minta Uang ke Pimpinan Instansi

Waspada Modus Catut Nama Pejabat Kejati Jabar, Pelaku Nekat Minta Uang ke Pimpinan Instansi

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 16:06 WIB

Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:02 WIB

5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!

5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 16:00 WIB

Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:58 WIB

Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?

Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:58 WIB

×