Polisi Bantah Pengeroyok Pedagang Pejompongan Kelompok Tertentu, Minta Publik Tak Spekulasi

Bangun Santoso

Rabu, 02 September 2026 | 17:10 WIB
Polisi Bantah Pengeroyok Pedagang Pejompongan Kelompok Tertentu, Minta Publik Tak Spekulasi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menyatakan pelaku penganiayaan pedagang Bambang Setiyawan di Pejompongan tidak terkait kelompok tertentu.
  • Polisi telah melakukan visum jenazah korban di Rumah Sakit Polri serta mengantongi dua sketsa wajah terduga pelaku.
  • Kombes Pol Iman Imanuddin mengimbau masyarakat menghentikan opini dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian.

Suara.com - Kepolisian membantah adanya dugaan keterlibatan kelompok atau komunitas tertentu dalam kasus pengeroyokan atau penganiayaan terhadap pedagang cermin, Bambang Setiyawan (59) hingga tewas dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

"Kami luruskan rekan-rekan sekalian, berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan saksi yang kami peroleh di dalam proses penyidikan, kami belum menemukan adanya indikasi bahwa pelaku ini adalah merupakan anggota komunitas/kelompok tertentu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa polisi. Penyidik pun masih bekerja untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam kematian Bambang Setiyawan.

Oleh karena itu, Iman meminta informasi mengenai latar belakang pelaku maupun dugaan keterkaitannya dengan kelompok tertentu seharusnya tidak disimpulkan sebelum adanya hasil penyidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami juga mengajak mari sama-sama semua pihak yang berada di media sosial untuk menghentikan beropini agar tidak membuat masyarakat menjadi bingung," ucapnya sebagaimana dilansir Antara.

Dia meminta masyarakat mempercayakan proses pengungkapan kasus tersebut kepada penyidik. Polisi memastikan perkembangan perkara akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil penyidikan.

"Serahkan pada kami dan kami akan mempublikasikan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat dan rekan-rekan sekalian apa yang menjadi hasil dari penyidikan kami," ujar Iman.

Polda Metro Jaya memastikan perkara kematian Bambang tetap ditangani meskipun keluarga tengah berada dalam suasana duka.

Laporan polisi model A dibuat sebagai bentuk langkah proaktif kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mengungkap peristiwa yang terjadi.

baca juga

"Kami menghormati rasa duka yang sedang dialami oleh keluarga, namun demikian negara juga harus hadir di dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga negara," kata Iman.

Meski terdapat penolakan dari keluarga terkait autopsi, kata dia, pemeriksaan visum telah dilakukan. Keluarga tidak keberatan apabila dilakukan visum terhadap jenazah korban.

"Kalau memang ditanyakan apakah dengan adanya penolakan dari pihak keluarga, tentunya visum sudah kami lakukan. Dan keluarga tidak keberatan untuk dilakukan visum," ucap Iman.

Penyidik juga telah memperoleh hasil visum tersebut dari Rumah Sakit Polri.

Terkait kemungkinan langkah hukum berikutnya, termasuk ekshumasi dan autopsi, Iman menegaskan setiap tindakan penyidik akan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Adapun penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengantongi dua sketsa wajah laki-laki yang diduga berkaitan dengan perkara pengeroyokan atau penganiayaan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dalam peristiwa kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan.

Sketsa pertama menggambarkan seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun.

Polisi menyebut laki-laki tersebut memiliki bentuk wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, serta kulit berwarna coklat.

Sementara sketsa kedua menggambarkan laki-laki yang juga diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun.

Ciri-cirinya antara lain bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, memiliki kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, serta warna kulit coklat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sketsa Wajah Rampung, Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Pengeroyokan di Pejompongan

Sketsa Wajah Rampung, Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Pengeroyokan di Pejompongan

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:09 WIB

Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:58 WIB

Polisi Tegaskan Ormas Tak Boleh Lampaui Wewenang Aparat Saat Tangani Demo

Polisi Tegaskan Ormas Tak Boleh Lampaui Wewenang Aparat Saat Tangani Demo

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:34 WIB

Tiga Perusak CCTV Demo DPR Ditangkap! Motif Ingin Hilangkan Jejak Kerusuhan

Tiga Perusak CCTV Demo DPR Ditangkap! Motif Ingin Hilangkan Jejak Kerusuhan

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:58 WIB

Diungkap Polisi, Ini Tampang 2 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Pejompongan

Diungkap Polisi, Ini Tampang 2 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Pejompongan

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:26 WIB

Keluarga Sutrimo Pertanyakan Keberadaan Ponsel dan Hasil Otopsi ke Polisi

Keluarga Sutrimo Pertanyakan Keberadaan Ponsel dan Hasil Otopsi ke Polisi

Video | Rabu, 02 September 2026 | 13:45 WIB

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

×