Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria

Bangun Santoso

Jum'at, 04 September 2026 | 18:51 WIB
Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria
Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria. (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Konsorsium Pembaruan Agraria mendesak pembentukan badan khusus penanganan konflik agraria dalam diskusi di Jakarta pada Jumat, 4 September 2026.
  • Badan baru tersebut diusulkan untuk dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria yang ditargetkan selesai akhir September.
  • Lembaga khusus ini bertugas membereskan konflik struktural, mendistribusikan tanah, dan mengembangkan ekonomi kerakyatan secara langsung di bawah presiden.

Suara.com - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mendesak pemerintah untuk membentuk badan atau lembaga baru yang khusus menangani penyelasaian konflik agraria yang kian merugikan masyarakat daerah.

Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika badan baru itu juga merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk memerangi liberalisasi pertanahan dan kapitalisme agraria.

Dia menyebutkan, masih banyak masyarakat adat yang justru dirugikan oleh kepentingan korporasi.

Dewi juga mengusulkan agar pembentukan lembaga atau badan baru itu dapat dimuat dalam RUU Reforma Agraria yang dijanjikan DPR akan tuntas pada akhir September mendatang.

KPA juga telah memberikan naskah akademik dan kajian mendalam mengenai bentuk badan tersebut.

Ia mewanti-wanti pemerintah agar tidak menjadikan dalih efisiensi sebagai tamen menolak pembentukan lembaga khusus agraria itu.

"Nah, giliran bentuk badan-badan investasi, cepat. Tapi untuk reforma agraria selalu ada alasan-alasan klasik seperti itu," kata Dewi dalam acara diskusi 'Reforma Agraria: Ujian Negara Menuntaskan Ketimpangan dan Konflik Agraria' di Jakarta pada Jumat, (4/9/2026).

Padahal, badan baru itu bisa bertugas sebagai pihak yang membereskan konflik agraria yang terlanjur menjadi masalah struktural.

Selain itu, dapat juga menjadi pelaksana dan penyelenggara proses redistribusi tanah untuk keperluan pemulihan hak masyarakat.

baca juga

Dan yang terahir, badan baru ini diharapkan dapat menjadi pengembangan ekonomi kerakyatan.

"Nah, oleh karena itu badan ini harus otoritatif. Harus bertanggung jawab langsung kepada presiden," tambah Dewi.

Dewi juga menyoroti penyelesaian konflik agraria saat ini terhambar proses birokrasi yang kompleks. Karena itu perlu adanya penyesuaian kewenengan badan baru bersama lembaga terkait lainnya.

KPA mengusulkan harus ada empat kedeputian yang dalam lembaga atau badan baru tersebut. Yakni, Deputi Perencanaan dan Pemantuan, Deputi Penuntasan Konflik Agraria Struktural, Deputi Redistribusi Tanah dan Deputi Pengembangan Ekonomi.

"Sehingga pencapaian swasembada pangan Indonesia itu bukan dilakukan oleh korporasi-korporasi skala pangan besar lagi, tapi oleh serikat-serikat petani, serikat-serikat nelayan," tuturnya. (Reporter: Alif Bintang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikebut, DPR Pastikan RUU Reforma Agraria Disahkan Akhir September Mendatang

Dikebut, DPR Pastikan RUU Reforma Agraria Disahkan Akhir September Mendatang

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:16 WIB

Geger TNI vs Suku Anak Dalam di Jambi, Potret Dosa Warisan Konflik Agraria?

Geger TNI vs Suku Anak Dalam di Jambi, Potret Dosa Warisan Konflik Agraria?

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:09 WIB

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

Usai Absen Rapat Konflik Agraria, Kabareskrim Akhirnya Hadir dan Minta Maaf ke DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU

Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

Kecewa Kabareskrim Absen, KPA Minta Komisi III DPR Langsung Panggil Kapolri Jelaskan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

'Jangan Jadi Kebiasaan!' DPR Tunda Rapat Konflik Agraria Karena Kabareskrim Tak Hadir

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×