Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, Ada yang Pakai Uang Kantor

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 07 September 2026 | 11:59 WIB
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, Ada yang Pakai Uang Kantor
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkap lebih dari 1.900 pegawai Kemensos terindikasi terlibat judi online berdasarkan data PPATK di Jakarta pada Senin, 7 September 2026.
  • Inspektorat Jenderal Kemensos masih menelusuri kasus ini dan menemukan sebagian pegawai menggunakan uang kantor dengan nilai transaksi mencapai di atas Rp2 miliar.
  • Hasil klarifikasi sementara menunjukkan lebih dari 70 persen pegawai membenarkan keterlibatan mereka, dan Kemensos akan memberikan sanksi tegas hingga pemberhentian.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkap adanya lebih dari 1.900 pegawai di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) yang terindikasi terlibat judi online (judol).

Informasi tersebut berasal dari penelusuran terhadap data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Bahkan, Gus Ipul menyebut ada pegawai yang terindikasi menggunakan uang kantor untuk bermain judi online.

"Kita sedang telusuri informasi dari PPATK yang mengindikasikan ada lebih dari 1.900 pegawai di lingkungan kementerian sosial yang terindikasi main judi online. Bahkan sebagian sudah kita temukan menggunakan uang kantor," kata Gus Ipul di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut dia, temuan tersebut masih dalam proses penelusuran oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemensos. Pemerintah, kata Gus Ipul, juga telah memiliki data mengenai transaksi yang berkaitan dengan judi online tersebut.

"Ini adalah sungguh-sungguh sangat memprihatinkan," ujarnya.

Gus Ipul mengatakan penelusuran masih dilakukan untuk memastikan keterlibatan para pegawai tersebut, termasuk bagaimana transaksi judi online dilakukan dan sumber uang yang digunakan.

Ia menyebut nilai transaksi judi online yang ditemukan sangat beragam. Ada transaksi dengan nominal fantastis, tetapi ada pula yang nilainya relatif kecil dan diduga dilakukan sekadar coba-coba.

"Ada jumlannya yang sangat fantastis, mengejutkan, tapi ada yang terkesan coba-coba. Ada juga yang dimanfaatkan oleh keluarganya, tetapi itu terekam dengan baik," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menyebut nominal transaksi judi online yang teridentifikasi ada yang mencapai lebih dari Rp2 miliar.

baca juga

"(Nominal transaksi) ada sampai di atas Rp2 miliar, kalau saya tidak salah. Tapi kalau rata-ratanya sekitar Rp4 juta lebih lah rata-ratanya," katanya.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan angka tersebut masih menjadi bagian dari penelusuran yang dilakukan Kemensos. Pemerintah masih memastikan detail keterlibatan masing-masing pegawai.

Dari proses klarifikasi sementara, lebih dari 70 persen pegawai yang datanya telah ditelusuri disebut membenarkan keterlibatan dalam aktivitas judi online dengan kategori yang berbeda-beda.

"Jadi untuk sementara dari data yang ada dan dari yang sudah kita klarifikasi itu, 70% lebih membenarkan bahwa mereka memang terlibat atau ikut judi online dengan kategori yang beda-beda," kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, ada pegawai yang disebut sudah mengalami kecanduan dan menjadikan judi online sebagai kebiasaan. Namun, ada pula yang mengaku hanya melakukannya karena iseng.

Selain itu, Kemensos juga menemukan kasus ketika perangkat milik pegawai digunakan oleh anggota keluarga untuk aktivitas judi online.

"Ada juga yang HP-nya digunakan oleh keluarganya, dimanfaatkan atau digunakan oleh keluarganya. Jadi ini semuanya benar-benar sedang ditelusuri, dipastikan dan kita akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang ada," kata Gus Ipul.

Gus Ipul memastikan Kemensos tidak akan membiarkan persoalan tersebut tanpa tindak lanjut. Sanksi akan diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku setelah proses penelusuran dan klarifikasi selesai.

Ia bahkan membuka kemungkinan sanksi paling berat berupa pemberhentian bagi pegawai yang terbukti melanggar ketentuan, seperti menggu akan uang negara untuk judol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anomali Data Desil Rugikan Warga Miskin, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Khusus Benahi Masalah

Anomali Data Desil Rugikan Warga Miskin, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Khusus Benahi Masalah

News | Sabtu, 05 September 2026 | 10:54 WIB

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online 1XBET, Gunakan Perusahaan Fiktif Tampung Deposit Rp51 M

Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online 1XBET, Gunakan Perusahaan Fiktif Tampung Deposit Rp51 M

News | Kamis, 03 September 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×