Kesaksian Pilu Eks Pengasuh Little Aresha: Anak Diikat Tiap Hari dan Dipukul Kalau Nangis Terus

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 08 September 2026 | 15:59 WIB
Kesaksian Pilu Eks Pengasuh Little Aresha: Anak Diikat Tiap Hari dan Dipukul Kalau Nangis Terus
Saksi kunci kasus Daycare Little Aresha (Suara.com/Shevinna Putti)
baca 10 detik
  • Mantan pengasuh berinisial DN memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada Senin, 7 September 2026.
  • DN mengungkap praktik penyiksaan fisik, pembatasan komunikasi, dan sandiwara pencitraan foto di Daycare Little Aresha.
  • Pengelola daycare membiarkan overkapasitas ruangan serta tindakan keji yang dilakukan oleh para terdakwa.

Suara.com - Tabir gelap di balik dinding Daycare Little Aresha akhirnya terbongkar dalam persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta yang beragendakan kesaksisan dari saksi kunci, DN Senin (7/9/2026).

DN, seorang saksi kunci yang merupakan mantan pengasuh, memberikan kesaksian memilukan tentang bagaimana tempat penitipan anak tersebut berubah menjadi neraka bagi balita-balita tak berdosa.

Dalam kesaksiannya yang penuh isak tangis, DN blak-blakan mengungkap praktik keji yang dilakukan pihak pengelola, mulai dari pembatasan komunikasi dengan orang tua hingga penyiksaan fisik di luar nalar.

Hanya Pencitraan di Balik Kamera

DN mengungkapkan bahwa aktivitas menyenangkan yang dilaporkan kepada orang tua hanyalah sandiwara.

Dalam kesaksian DN, terungkap bahwa anak-anak dipaksa tampil rapi hanya saat sesi pemotretan untuk memberikan kesan bahwa mereka terurus dengan baik.

"Anak-anak datang, orang tua hanya mengantar sampai depan gerbang. Lalu pengasuh bongkar barang bawaan dan anak langsung dibedong supaya tidak ke mana-mana. Jam 9 ada kegiatan, tapi itu cuma untuk difoto," ujar DN di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mirisnya, setelah sesi foto selesai, baju-baju bagus itu dilepas dan anak-anak kembali dibedong dengan ketat, bahkan untuk anak yang sudah bisa merambat atau berjalan.

"Mereka dibedong setiap hari. Kalau nangisnya keterlaluan, kadang dipukul," ucapnya sambil tersedu.

baca juga
Terdakwa kasus Daycare Little Aresha akhirnya menjalani proses hukum di PN Kota Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Terdakwa kasus Daycare Little Aresha akhirnya menjalani proses hukum di PN Kota Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).[Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

Kepala Anak Diduga Ditenggelamkan ke Bak Mandi 

Kekejaman tak berhenti di situ. DN mengungkap salah satu tindakan paling sadis yang dilakukan oleh terdakwa lain, inisial F dan D.

Ia menceritakan momen mengerikan saat seorang anak dibawa ke kamar mandi karena terus menangis.

"Itu anaknya nangis terus, lalu dibawa ke kamar mandi sama Fitri. Pas keluar, bagian kepalanya sudah basah kuyup dalam kondisi badan masih terbedong," ungkap DN yang menduga anak tersebut sengaja ditenggelamkan ke dalam air dalam BAP sebelumnya.

Terjebak Kontrak dan Pinalti

DN mengaku sebenarnya sudah lama tidak tega melihat kondisi di Little Aresha. 

Ia sering menangis saat memberi makan anak-anak yang hanya diberi menu seadanya dan dibiarkan tidur di lantai dingin. 

Namun, ia merasa tak berdaya karena ancaman denda di dalam kontrak kerjanya.

"Awalnya saya memang takut. Saya terus berpikir kalau resign saya harus bayar pinalti, uang dari mana?" tuturnya pilu.

Ia juga menambahkan bahwa pemilik daycare, Dyah Kusumastuti, melarang keras para pengasuh berkomunikasi langsung dengan orang tua. 

Segala keluhan atau pertanyaan orang tua harus diarahkan ke admin agar rahasia di dalam daycare tidak bocor.

Overkapasitas dan Pembiaran 

Fakta mengejutkan lainnya adalah mengenai rasio pengasuh dan anak yang sangat tidak manusiawi:

  • Ruang Baby Kecil: 1 ruangan diisi 17 anak dengan hanya 4 pengasuh.
  • Ruang Baby Besar: 1 ruangan diisi 21 anak dengan hanya 4 pengasuh.

Meski mengetahui kondisi yang kacau dan adanya penyiksaan, DN menyebut Dyah Kusumastuti dan Anita cenderung bersikap abai.

"Bu Dyah dan Anita tahu semua itu, tapi reaksinya biasa saja dan tidak melarang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:52 WIB

Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa

Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Bertambah Jadi 32 Orang, Lima Mulai Diperiksa

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:28 WIB

Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang

Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:34 WIB

Update Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tersangka Jadi 32 Orang

Update Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tersangka Jadi 32 Orang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:26 WIB

Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya

Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×