- Program makanan gratis PM POSHAN di India mencakup jutaan anak untuk memperbaiki gizi dan kehadiran sekolah.
- Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, banyak siswa jatuh sakit dan satu anak meninggal akibat makanan terkontaminasi.
- Pemerintah India menindak petugas terkait dan meminta para menteri segera memperketat pengawasan fasilitas makanan sekolah.
Persoalan yang lebih mengkhawatirkan kembali muncul di Bihar pada Mei.
Lebih dari 150 siswa di sebuah sekolah pemerintah di distrik Saharsa dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan Mid-Day Meal.
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah anak ular ditemukan di dalam makanan yang disiapkan untuk para siswa.
Dikutip dari Times of India, keberadaan anak ular dalam makanan mendorong pemerintah distrik melakukan penyelidikan terhadap fasilitas yang memasok makanan sekolah.
Agustus: deterjen diduga menggantikan garam
Masalah kembali mencuat pada Agustus di Nalanda, Bihar.
Pada 18 Agustus 2026, lebih dari dua lusin siswa di Parasi Middle School jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan siang.
Times of India, mengutip laporan PTI, menyebut makanan yang disajikan berupa nasi kedelai dan diduga tercampur deterjen karena wadah garam dan deterjen berada berdekatan di dapur.
Sebanyak 34 anak kemudian mendapat perawatan di Biharsharif Sadar Hospital.
Pejabat kesehatan setempat menyatakan kondisi mereka tidak membahayakan nyawa.
Dikutip dari Times of India, Menteri Pendidikan Bihar Mithilesh Tiwari memerintahkan pendaftaran FIR terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Kepala sekolah Shailendra Kumar Singh kemudian diskors, sedangkan tiga juru masak dibebastugaskan.
Pada 20 Agustus, 26 siswa kelas VI di sebuah sekolah perempuan di Bemetara, Chhattisgarh, juga harus mendapatkan perawatan setelah mengonsumsi makanan Mid-Day Meal.
Menurut Times of India, para siswa mencium bau kimia yang kuat dari makanan.
Sebanyak 26 siswa yang sudah sempat mengonsumsi makanan kemudian dibawa ke rumah sakit, sementara sekolah menghentikan distribusi makanan tersebut.
Lalu pada pada 24 Agustus, sedikitnya 27 siswa di Government Upper Primary School, Poonia Devli, Kota, Rajasthan, mengalami mual, muntah, sakit perut dan pusing setelah menyantap makanan Mid-Day Meal.
Dikutip dari Times of India, 21 siswa dengan gejala lebih berat dibawa ke rumah sakit.
Dari sekitar 130 siswa yang terdaftar, 110 siswa hadir ketika makanan dibagikan.
Pemerintah India minta pengawasan diperketat
Masalah keamanan makanan bahkan menjadi perhatian di tingkat pemerintahan pusat.
Pada Agustus 2026, Perdana Menteri Narendra Modi meminta para menteri mengunjungi sekolah pemerintah di daerah pemilihan mereka untuk melihat langsung kondisi fasilitas yang diterima anak-anak, termasuk kualitas makanan Mid-Day Meal.
Dikutip dari Times of India, arahan tersebut disampaikan dalam rapat Kabinet dan mencakup pemeriksaan terhadap fasilitas sekolah serta makanan yang diberikan kepada siswa.