- Presiden Prabowo disebut dalam sidang korupsi haji 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis, 10 September 2026.
- Mantan Menteri Agama Yaqut mempertanyakan foto pertemuan di Paris yang ditegaskan saksi Dito tidak membahas masalah haji.
- Kasus korupsi yang merugikan negara Rp622 miliar ini melibatkan empat terdakwa serta aliran dana ke berbagai pihak.
Suara.com - Nama Presiden Prabowo Subianto disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi pembagian kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
Nama Prabowo muncul ketika mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan foto Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Fuad Hasan Masyhur bersama Prabowo di Paris, Prancis, pada 2024 lalu.
Pertanyaan tersebut disampaikan Yaqut kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang menjadi saksi dalam perkara tersebut.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026), Yaqut mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Dito mengenai foto tersebut.
Dalam foto yang ditampilkan di persidangan, Prabowo terlihat berdiri bersama Fuad, Dito, dan sejumlah orang lainnya.
“Ada di BAP ya, ditunjukkan waktu itu oleh penyidik saudara saksi foto ini. Kira-kira apa relevansi foto ini, pertemuan di Paris antara Pak Fuad dan Pak Prabowo Subianto, dengan dugaan tindak pidana korupsi kuota haji yang sekarang ini diperiksa?” kata Yaqut di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
![Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan soal foto Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Fuad Hasan Masyhur dengan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Prancis pada 2024 lalu. [Suara.com/Dea]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/10/38918-eks-menpora-dito-jadi-saksi-sidang-haji-yaqut-pertanyakan-foto-prabowo-dan-fuad-hasan-di-paris.jpg)
Dito mengaku bingung ketika penyidik menunjukkan foto tersebut kepadanya. Dia menyebut foto itu tidak memiliki korelasi dengan perkara dugaan korupsi kuota haji.
“Jujur saya pas diberikan penyidik foto ini juga agak bingung. Karena nampaknya nggak ada korelasinya. Kalau tidak salah ini foto diambil dari barang bukti elektronik, saya lupa,” timpal Dito.
Dito kemudian menjelaskan bahwa dirinya memang berada di Paris pada Agustus 2024 karena pelaksanaan Olimpiade Paris 2024.
Dia menegaskan tidak ada pembahasan mengenai kuota haji dalam pertemuan tersebut.
Yaqut kembali memastikan mengenai pertemuan antara Dito, Fuad, dan Prabowo yang terlihat dalam foto tersebut.
“Jadi yang jelas ada pertemuan antara saudara saksi, Pak Fuad Masyhur dan Pak Prabowo Subianto, sekarang Presiden Republik Indonesia ya. Di foto ini ya. Tidak ada pembicaraan terkait haji?” tanya Yaqut.
“Tidak ada,” tandas Dito.
Empat Terdakwa
Dalam perkara ini, terdapat empat pihak yang berstatus sebagai terdakwa. Mereka ialah Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba.
Dua terdakwa lainnya ialah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan eks staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.