Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Jum'at, 11 September 2026 | 10:14 WIB
Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG
Kepala BGN Sudaryono (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • BGn mengeluarkan 1.653 sekolah swasta bertaraf internasional dari daftar penerima program MBG.
  • Kebijakan tersebut bertujuan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
  • Penyaluran program selanjutnya diprioritaskan bagi wilayah tertinggal, terdepan, terluar, serta daerah dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 sekolah dari daftar penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai tidak tepat sasaran.

Mayoritas sekolah yang dikeluarkan merupakan sekolah elite swasta bertaraf internasional dan sekolah yang dinilai tidak bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mengarahkan program MBG kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

"Mayoritas dari 1.653 yang kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional," ungkap Sudaryono kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Dapur SPPG (jabarprov.go.id)
Ilustrasi dapur SPPG (jabarprov.go.id)

Sebagai gantinya, penyaluran MBG akan diprioritaskan ke sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

Sudaryono mencontohkan masih banyak satuan pendidikan di Maluku dan Papua yang belum mendapatkan program MBG.

"Wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ucapnya.

Untuk memperluas penerima manfaat, BGN akan terlebih dahulu membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah sasaran.

"Sehingga implementasi dari program aktivasi pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan," katanya.

baca juga

Berdasarkan pemutakhiran data Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), terdapat 30 kabupaten yang berstatus sebagai daerah tertinggal atau wilayah 3T. Wilayah tersebut tersebar di Sumatera, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Papua.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan mencatat angka stunting tinggi dan sangat tinggi antara lain berada di Papua Tengah sebesar 39,4 persen, Papua Pegunungan 37,3 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 37 persen, dan Sulawesi Barat 35,4 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Keracunan Massal, 172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak!

Buntut Keracunan Massal, 172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:57 WIB

Pati Tetapkan Status KLB Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG

Pati Tetapkan Status KLB Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:42 WIB

43 Ribu Orang Keracunan MBG, Koalisi Sipil Somasi Prabowo

43 Ribu Orang Keracunan MBG, Koalisi Sipil Somasi Prabowo

News | Kamis, 10 September 2026 | 19:47 WIB

Terkini

22 Kode Redeem FF Terbaru 11 September 2026, Sikat Skin Senjata dan Diamond Gratis

22 Kode Redeem FF Terbaru 11 September 2026, Sikat Skin Senjata dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 10:11 WIB

5 Zodiak Ini Dikenal Paling Toxic dan Manipulative dalam Pertemanan

5 Zodiak Ini Dikenal Paling Toxic dan Manipulative dalam Pertemanan

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:10 WIB

6 Fitur Penting yang Harus Ada pada Pembersih Udara, Tak Cuma Sekadar Saring Debu

6 Fitur Penting yang Harus Ada pada Pembersih Udara, Tak Cuma Sekadar Saring Debu

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:08 WIB

Rupiah Masih Terkoreksi, Dolar AS Terus Melejit ke Level Rp17.584

Rupiah Masih Terkoreksi, Dolar AS Terus Melejit ke Level Rp17.584

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 10:08 WIB

Nggak Pikir Panjang Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,6 Juta/Gram

Nggak Pikir Panjang Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,6 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 10:05 WIB

Tren Edit Foto 80-an di ChatGPT: Begini Cara Bikinnya, Lengkap dengan Prompt

Tren Edit Foto 80-an di ChatGPT: Begini Cara Bikinnya, Lengkap dengan Prompt

Sumut | Jum'at, 11 September 2026 | 10:03 WIB

5 Shio Kurang Beruntung 11 September 2026, Jangan Gegabah Keluarkan Uang

5 Shio Kurang Beruntung 11 September 2026, Jangan Gegabah Keluarkan Uang

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 10:02 WIB

Kumpulan Prompt AI Edit Foto Era 80-an yang Lagi Viral, Bisa Langsung Dipakai

Kumpulan Prompt AI Edit Foto Era 80-an yang Lagi Viral, Bisa Langsung Dipakai

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 10:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: Area Diperluas, Puluhan Armada dan Drone Thermal Dikerahkan

Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: Area Diperluas, Puluhan Armada dan Drone Thermal Dikerahkan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:57 WIB

Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia

Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:57 WIB

×