Tak Perlu Lapor, Kasus Keracunan MBG Disebut Murni Delik Biasa, Polisi yang Harus Bergerak

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 11 September 2026 | 12:27 WIB
Tak Perlu Lapor, Kasus Keracunan MBG Disebut Murni Delik Biasa, Polisi yang Harus Bergerak
Foto sebagai ILUSTRASI siswa-siswi sedang dirawat di RSUD diduga keracunan usai menyantap menu MBG. [Suara.com/Singgih Tri]
baca 10 detik
  • Pakar hukum pidana UMY Trisno Raharjo menilai kepolisian jalan di tempat dalam menangani keracunan MBG pada Jumat 11 September 2026.
  • Polisi dinilai mengabaikan tanggung jawab karena berdalih menunggu laporan resmi korban padahal kasus tersebut merupakan delik biasa.
  • Absennya penyidikan pro justitia berdampak fatal pada pengungkapan fakta hukum serta risiko tertutupnya dugaan korban jiwa akibat keracunan.

Suara.com - Penanganan hukum atas rentetan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus menimpa ratusan siswa di berbagai wilayah dinilai jalan di tempat.

Dalih aparat kepolisian yang bergeming menanti aduan resmi dari korban keracunan MBG maupun pihak sekolah dinilai sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab penegakan hukum.

Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Raharjo menegaskan proses hukum atas peristiwa keracunan massal pada dasarnya merupakan delik biasa yang memuat dugaan tindak pidana masuknya bahan makanan membahayakan.

Kepolisian memiliki kewajiban hukum untuk bertindak secara aktif tanpa perlu membebankan syarat laporan dari para korban.

"Kalau kita melihat prosesnya, ini kan hampir sama semua kalau orang keracunan atau macam-macam, nggak ada menunggu korbannya melaporkan polisi, baru bertindak," kata Trisno, saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Trisno bilang penegakan hukum pada perkara keracunan merupakan kasus umum yang relatif mudah ditangani oleh penyidik.

"Itu tinggal diproses. Artinya perkara ini kan sebenarnya perkara yang secara umum sering ditangani oleh pihak penyidik kepolisian. Bukan perkara yang sebenarnya sulit dilakukan penegakannya," ujarnya.

Menurutnya menuntut korban baik siswa, maupun pihak sekolah untuk membuat laporan resmi merupakan langkah yang tidak adil.

Beban pelaporan tersebut justru berpotensi memicu stigma negatif dari masyarakat terhadap pihak sekolah atau keluarga korban yang berani bersuara.

baca juga

"Kalau menurut saya, itu ndak perlu (membuat laporan), ndak perlu. Kenapa? Coba bayangin nih, korban dia makan keracunan, habis itu disuruh melapor. Habis dilapor nanti bisa dia justru yang melapor itu mendapat stigma," tuturnya.

Trisno menekankan bahwa kasus ini menyangkut kesehatan dan penderitaan fisik banyak orang yang berulang di berbagai daerah.

Oleh karena itu, polisi tidak boleh berdalih menanti laporan formal sebelum bertindak.

"Maka saya bilang, saya beranggapan ndak perlu itu dilaporkan dan itu bukan delik aduan," tegasnya.

Absennya proses penyidikan yang resmi dan pro justitia juga berdampak fatal pada penyingkapan fakta hukum di lapangan. Termasuk terabaikannya dugaan korban jiwa yang berisiko ditutupi dengan klaim penyakit bawaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Ribuan Dapur Disegel: Ada Apa dengan Standar Higiene MBG?

Buntut Ribuan Dapur Disegel: Ada Apa dengan Standar Higiene MBG?

Video | Jum'at, 11 September 2026 | 11:33 WIB

BGN Klaim Banyak Sekolah Kirim Surat Minta MBG, Akan Diinvestigasi Sebelum Dikabulkan

BGN Klaim Banyak Sekolah Kirim Surat Minta MBG, Akan Diinvestigasi Sebelum Dikabulkan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:48 WIB

KPAI Pertanyakan Dapur MBG Belum Kantongi SLHS tapi Tetap Beroperasi

KPAI Pertanyakan Dapur MBG Belum Kantongi SLHS tapi Tetap Beroperasi

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:28 WIB

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

Tak Tepat Sasaran! BGN Coret 1.653 Sekolah Elite dari Program MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 10:14 WIB

Buntut Keracunan Massal, 172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak!

Buntut Keracunan Massal, 172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:57 WIB

Pati Tetapkan Status KLB Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG

Pati Tetapkan Status KLB Usai Ratusan Siswa Keracunan MBG

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:42 WIB

43 Ribu Orang Keracunan MBG, Koalisi Sipil Somasi Prabowo

43 Ribu Orang Keracunan MBG, Koalisi Sipil Somasi Prabowo

News | Kamis, 10 September 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

×