-
Pembekuan hubungan resmi UEA gagal menghentikan total perdagangan informal pedagang Iran di Dubai.
-
Komoditas Iran tetap masuk ke Dubai memanfaatkan rute transit pelabuhan Oman dan kargo udara.
-
Hubungan ekonomi puluhan tahun membuat pemutusan transaksi bisnis swasta sulit dilakukan secara mendadak.
"Kami telah berada di bawah sanksi selama bertahun-tahun," kata karyawan tersebut.
Kebijakan pembekuan hubungan resmi dari pihak Abu Dhabi dinilai sebagai taktik politik untuk mendorong negosiasi baru. Langkah diplomatik ini juga mencerminkan penyelarasan kebijakan keamanan nasional Emirat dengan agenda sekutu utamanya.
Penghentian transaksi sektor swasta dan jalur perdagangan informal di lapangan diprediksi sulit terwujud dalam waktu singkat. Pemutusan hubungan secara mendadak justru berisiko menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi Dubai.
Mehran Haghirian menyoroti dampak jangka panjang apabila pemutusan arus ekonomi benar-benar terjadi.
"Sangat sulit untuk memutusnya secara mendadak tanpa menimbulkan dampak, meninggalkan celah besar. Celah besar itu tidak dapat digantikan dengan mudah," tutur Mehran Haghirian.
Pandangan berbeda disampaikan oleh kalangan pengusaha lokal yang menilai porsi kontribusi ekonomi Iran telah menyusut. Faktor stabilitas keamanan kawasan kini menjadi prioritas tertinggi di atas kepentingan profitabilitas bisnis harian.
Pebisnis Emirat dan mantan pejabat senior Dubai, Nasser al-Shaikh, menegaskan pergeseran fokus prioritas negaranya di masa perang.
Eskalasi konflik di kawasan Teluk meningkat setelah Uni Emirat Arab menghentikan pertukaran finansial dan perdagangan secara resmi dengan Iran. Penghentian ini dipicu oleh aksi balasan Tehran atas serangan Amerika Serikat yang menyasar wilayah sekutu serta pengetatan kontrol di Selat Hormuz.
Meskipun otoritas resmi mengumumkan penghentian hubungan ekonomi, keterikatan historis dan geografis yang terjalin selama puluhan tahun membuat aktivitas perdagangan antar-masyarakat di kedua sisi Teluk tetap berjalan melalui rute-rute non-formal.
Morteza Asaadi optimistis bahwa ikatan perdagangan ini akan terus bertahan melintasi berbagai krisis politik.
"Kamu lihat air di sana? Air bisa menghancurkan gunung," kata Morteza Asaadi seraya menunjuk ke arah perairan Teluk.