- Ekonom UGM Yudistira menilai akuisisi saham Bayan Resources oleh Jhonlin Group pada Senin (26/10/2026) bukan nasionalisme melainkan perpindahan antaroligarki.
- Persetujuan RKAB yang mendadak cair setelah akuisisi memicu dugaan kejanggalan regulasi dan potensi insider trading yang memengaruhi harga saham.
- Keterlibatan fasilitas kredit Bank Mandiri dan dampak kasus ini dikhawatirkan berisiko menurunkan citra pasar modal di mata investor global.
Di sisi lain, kejanggalan proses persetujuan RKAB yang berpengaruh pada pergerakan harga saham juga dinilai memunculkan indikasi insider trading.
Kondisi ini berpotensi merusak citra pasar modal Indonesia di mata investor global.
Langkah dan pelaporan pemerintah terkait kasus ini diprediksi akan menjadi bahan evaluasi lembaga pemeringkat global seperti MSCI, yang berisiko memengaruhi status indeks pasar modal Indonesia di tingkat internasional.
"Pastilah, masih itu akan nanti berpengaruh ke sana," pungkasnya.