Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:23 WIB
Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah
Ilustrasi bullying di lingkungan pendidikan (pexels/Mikhail Nilov)
baca 10 detik
  • Sosiolog UGM Andreas Budi Widyanta menyatakan budaya tutup mulut sekolah demi reputasi memperburuk kasus perundungan pada Selasa (27/10/2026).
  • Andreas mendorong pembentukan sistem pelaporan yang aman dan independen agar korban terlindungi tanpa intervensi pihak institusi pendidikan.
  • Keluarga dan masyarakat harus memperkuat pengawasan bersama serta menanamkan pendidikan keberagaman sejak dini untuk mencegah perundungan berulang.

Suara.com - Berulangnya kasus perundungan di lingkungan pendidikan tidak cukup dijawab dengan penambahan aturan hukum.

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Andreas Budi Widyanta, menilai persoalan yang lebih mendasar justru terletak pada budaya tutup mulut sekolah, ketimpangan relasi kuasa antarsiswa, dan lemahnya pendidikan tentang keberagaman.

Menurut Abe sapaan akrabnya, tak jarang institusi pendidikan terjebak dalam ego kelembagaan dengan lebih mengutamakan reputasi daripada keselamatan psikologis siswa.

Akibatnya, kasus perundungan berisiko diselesaikan secara kekeluargaan tanpa memastikan korban memperoleh perlindungan dan pemulihan yang memadai.

"Secara sosiologis lembaga sekolah atau institusi sekolah itu seringkali terjebak di dalam ego kelembagaan. Kadang-kadang ingin menjaga nama baik sekolahnya, reputasi sekolahnya, enggak mau tercemar," kata Abe saat dihubungi Suara.com, Selasa (27/10/2026).

Disampaikan Abe, penyelesaian secara kekeluargaan dapat menjadi masalah ketika digunakan untuk meredam kasus demi menjaga citra institusi.

Praktik semacam itu berisiko membungkam korban, sekaligus membuat pelaku dan lingkungan sekolah tidak menghadapi persoalan secara terbuka.

"Maka penting untuk kita pikirkan bagaimana membangun misalnya di sekolah itu gimana caranya membangun mekanisme pelaporan atau whistleblowing system," ungkapnya.

Ia mendorong pembentukan mekanisme pelaporan yang aman, independen, dan tidak mudah diintervensi pihak sekolah.

baca juga

Komite sekolah, orang tua, serta masyarakat perlu memiliki ruang untuk melaporkan dugaan perundungan tanpa khawatir laporan tersebut dihentikan demi menjaga reputasi institusi.

Pemerintah dan dinas pendidikan pun punya andil untuk memperkuat pengawasan serta menindak tenaga pendidik yang lalai atau menutupi kasus.

"Tapi barangkali juga butuh open mind dari pihak sekolah itu sendiri untuk ngapain untuk menjaga nama baik, ini soal perlindungan psikologis anak loh, ini bukan soal nama (sekolah). Semua bisa terjadi di banyak tempat. Jadi ngapain harus kemudian mesti malu-malu ketika kemudian tersingkap bahwa di situ ada perundungan," tandasnya.

Selain itu, pencegahan perundungan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat perlu membangun pengawasan bersama untuk mengenali pola kekerasan.

Termasuk yang dipicu senioritas, perbedaan kelas sosial, etnisitas, gender, agama, maupun identitas lainnya.

"Ini kan bagaimana justru yang kita dorong hari ini, Indonesia ini artinya gagal mendidik pluralisme. Buktinya apa? Wong dengan perbedaan identitas sebagai hasil ciptaan Ilahi kok harus kemudian kita benci, kita bully, kita labeli sebagai sesuatu yang rendah gitu. Padahal ini kan perbedaan-perbedaan yang tidak bisa ditolak," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

Sosiolog UGM Kritik DPR Soal Rencana UU Anti-Perundungan: Bukan Kurang Regulasi, Tapi...

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:27 WIB

14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem

14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:07 WIB

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

DPR Soroti Perundungan di Sekolah hingga Kampus, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Kasus Perundungan Berulang, DPR Dorong Undang-Undang Khusus untuk Lindungi Anak

Kasus Perundungan Berulang, DPR Dorong Undang-Undang Khusus untuk Lindungi Anak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah

Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Tok! Bahlil Tandatangani Ekspor LNG ke Singapura

Tok! Bahlil Tandatangani Ekspor LNG ke Singapura

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:17 WIB

RI Raih Pasokan 30 Juta Barel Minyak dari UEA Tanpa Ongkir

RI Raih Pasokan 30 Juta Barel Minyak dari UEA Tanpa Ongkir

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Masyarakat Mulai Berburu Dolar, Rupiah Semakin Lemah

Masyarakat Mulai Berburu Dolar, Rupiah Semakin Lemah

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Profil Alvin Tedjo Politisi Keturunan Indonesia yang Terpilih Jadi Walkot di Kanada

Profil Alvin Tedjo Politisi Keturunan Indonesia yang Terpilih Jadi Walkot di Kanada

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Apa Bedanya Telur Bebas Sangkar dan Telur Biasa?

Apa Bedanya Telur Bebas Sangkar dan Telur Biasa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Panahan Kota Solo Lolos ke Empat Final Beregu Porprov Jateng 2026, Bidik Sapu Bersih Emas

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:04 WIB

×