Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:25 WIB
Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan
Mahasiswi Magister FIA UI dan ASN Kementerian Sekretariat Negara, Indah Mustika Choirum. (Suara.com/ dok pribadi)
  • Pemerintah mewajibkan ribuan ASN mengikuti Latsarmil Komcad untuk membentuk karakter disiplin, loyalitas, dan memperkuat resiliensi kerja.
  • Program Komcad direncanakan menyasar penerima beasiswa LPDP pada tahun 2026 guna menanamkan jiwa pengabdian.
  • Integrasi manajer koperasi dalam pelatihan militer bertujuan meningkatkan kepemimpinan tegas untuk memperkuat ketahanan nasional di sektor ekonomi rakyat.

Suara.com - Linimasa media sosial kita belakangan ini diwarnai pemandangan tak biasa. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) tak lagi tampak di balik meja kerja dengan seragam cokelatnya. Sebaliknya, mereka berbaris rapi di bawah terik matahari, berbalut seragam loreng, menjalani latihan fisik yang menguras peluh.

Inilah fenomena Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk Komponen Cadangan (Komcad). Program yang dulunya dianggap murni domain militer, kini bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Ekspansi ini bukan main-main. Setelah melibatkan ASN dari 55 kementerian dan lembaga, pemerintah berencana mewajibkan—atau setidaknya memprioritaskan—penerima beasiswa LPDP untuk ikut serta pada tahun 2026. Tak berhenti di sana, posisi manajerial sipil seperti manajer Koperasi Merah Putih pun mulai diintegrasikan ke dalam sistem serupa.

Pertanyaannya: mengapa militerisme masuk ke ruang profesional sipil, dan apa dampaknya bagi kualitas SDM kita?

Mendefinisikan Ulang Pengembangan SDM

Dalam disiplin ilmu pengembangan manusia, Human Resource Development (HRD) bukan sekadar pelatihan teknis.

Ia adalah "serangkaian aktivitas sistematis dan terencana yang dirancang oleh organisasi untuk memberikan kesempatan kepada anggotanya dalam mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan saat ini dan di masa depan."

Latsarmil Komcad memenuhi kriteria ini sebagai intervensi pengembangan karakter di luar ruang kelas konvensional. Upaya pemerintah menyertakan ASN, intelektual (LPDP), hingga pengelola ekonomi sejalan dengan konsep "New Learning and Performance Wheel" dari Davis dkk. (2004).

Di sini, strategi negara menjadi poros dari semua upaya pembelajaran. Paradigma lama yang hanya memuja kemampuan kognitif kini bergeser menuju pengembangan kapasitas manusia yang utuh.

Pelatihan dasar kemiliteran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Pelatihan dasar kemiliteran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

ASN: Meruntuhkan Ego Sektoral dengan "Jiwa Korsa"

Partisipasi ASN dari 55 kementerian pada gelombang pertama 2026 adalah langkah radikal dalam reformasi birokrasi. Berdasarkan data Kementerian Pertahanan RI (2026), ribuan ASN ditempa Latsarmil untuk memperkuat sistem pertahanan semesta.

Secara teoretis, hal ini dijelaskan melalui Model Perilaku Karyawan yang membagi pengaruh perilaku menjadi kekuatan eksternal dan internal. Latsarmil bertindak sebagai "kekuatan eksternal" (lingkungan dan kepemimpinan) yang dirancang untuk mengubah "kekuatan internal" seperti motivasi, sikap, serta Knowledge, Skills, and Abilities (KSAs).

Di medan latihan, mereka tidak hanya berlari, tapi "ditempa" untuk memiliki Jiwa Korsa—sebuah upaya meruntuhkan sekat ego sektoral melalui solidaritas lintas instansi. Penguatan Resiliensi membekali mereka dengan ketangguhan mental untuk tetap berkinerja di bawah tekanan pelayanan publik yang dinamis. Sementara, penanaman Loyalitas bertujuan memperkuat nasionalisme sebagai bagian integral dari etika profesi.

Hal ini berkelindan dengan teori Human Capital dari Gary Becker (1964): investasi pada manusia bukan hanya soal skill teknis, melainkan atribut personal yang mendongkrak produktivitas.

LPDP 2026: Mencetak Intelektual yang "Membumi"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos

Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM

Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM

Foto | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:52 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan

Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Opini | Rabu, 29 April 2026 | 07:36 WIB

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Opini | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Opini | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Opini | Senin, 16 Maret 2026 | 12:47 WIB

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Opini | Senin, 02 Maret 2026 | 14:26 WIB

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Opini | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:31 WIB

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Opini | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:33 WIB

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Opini | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:05 WIB

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Opini | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:35 WIB