Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:25 WIB
Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan
Mahasiswi Magister FIA UI dan ASN Kementerian Sekretariat Negara, Indah Mustika Choirum. (Suara.com/ dok pribadi)
  • Pemerintah mewajibkan ribuan ASN mengikuti Latsarmil Komcad untuk membentuk karakter disiplin, loyalitas, dan memperkuat resiliensi kerja.
  • Program Komcad direncanakan menyasar penerima beasiswa LPDP pada tahun 2026 guna menanamkan jiwa pengabdian.
  • Integrasi manajer koperasi dalam pelatihan militer bertujuan meningkatkan kepemimpinan tegas untuk memperkuat ketahanan nasional di sektor ekonomi rakyat.

Rencana mewajibkan penerima beasiswa LPDP mengikuti Komcad pada 2026 memicu diskusi hangat. LPDP adalah investasi besar negara pada kecerdasan otak. Namun, intelektualitas tanpa ketangguhan mental sering kali menciptakan jarak antara elit terdidik dan realitas nasional.

LPDP (dok. LPDP)
LPDP (dok. LPDP)

Dalam teori Trainability (kemampuan untuk dilatih), kesuksesan belajar adalah perpaduan motivasi, kemampuan, dan persepsi lingkungan. Bagi penerima LPDP, kemampuan kognitif mereka sudah di atas rata-rata. Namun, tanpa motivasi pengabdian yang kuat, investasi pendidikan ini berisiko hilang melalui fenomena brain drain. Latsarmil hadir untuk menyelaraskan motivasi tersebut dengan kepentingan tanah air.

Manajer Koperasi: Kepemimpinan di Garis Depan Ekonomi

Koperasi Merah Putih, sebagai motor ekonomi rakyat, kini butuh manajer yang tak hanya jago menghitung neraca, tapi juga tegas sebagai pemimpin lapangan. Pengikutsertaan mereka dalam Komcad menunjukkan bahwa ketahanan nasional kini merambah dimensi ekonomi dan pangan.

Kepemimpinan adalah penggunaan pengaruh non-koersif untuk mengarahkan kelompok. Melalui pelatihan militer, manajer koperasi dilatih menggunakan model kepemimpinan tegas yang, menurut teori Leader-Member Exchange (LMX), dapat meningkatkan kualitas hubungan kerja dan kinerja jika diterapkan dengan tepat di lingkungan sipil.

Mengapa Harus Militer?

Kritik soal "militerisasi sipil" memang tak terhindarkan. Namun, jika dilihat dari kacamata High Performance Work Systems (HPWS), negara sebenarnya sedang menciptakan sinergi antara praktik manajemen dan sistem SDM demi produktivitas maksimal. Komcad bagi sipil adalah upaya standardisasi karakter nasional.

Melalui tantangan fisik, peserta belajar meningkatkan efikasi diri untuk mengambil keputusan taktis di situasi sulit. Tentu saja, keberhasilan jangka panjang kebijakan ini bergantung pada sejauh mana peserta mampu menerapkan nilai-nilai baru tersebut di meja kerja mereka. Dibutuhkan dukungan lingkungan kerja yang positif agar "iklim transfer pelatihan" ini berjalan konsisten, bukan sekadar gagah-gagahan sesaat.

Menuju Indonesia Emas 2045

Integrasi elemen sipil ke dalam Komcad adalah manifestasi pengembangan SDM skala makro. Ini bukan sekadar persiapan perang, melainkan pembangunan fondasi karakter bangsa yang tangguh.

Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya pintar, tapi juga memiliki resiliensi fisik dan mental yang teruji. Ekspansi Komcad adalah upaya scale-up kualitas manusia Indonesia secara kolektif.

Dari ASN hingga manajer koperasi, semua diarahkan menjadi satu kesatuan yang disiplin di bawah naungan kepentingan nasional. Jika dikelola dengan prinsip pengembangan SDM modern, program ini bisa menjadi katalisator lahirnya profesionalisme sipil yang unggul, berintegritas, dan siap menjaga kedaulatan bangsa di segala lini.

Indah Mustika Choirum
Mahasiswi Magister FIA UI dan ASN Kementerian Sekretariat Negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos

Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM

Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM

Foto | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:52 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan

Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Opini | Rabu, 29 April 2026 | 07:36 WIB

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Opini | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Opini | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Opini | Senin, 16 Maret 2026 | 12:47 WIB

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Opini | Senin, 02 Maret 2026 | 14:26 WIB

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Opini | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:31 WIB

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Opini | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:33 WIB

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Opini | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:05 WIB

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Opini | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:35 WIB